SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menemukan 195 kasus HIV dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Sebanyak 52 kasus di antaranya telah memasuki fase AIDS.
Hingga Juli 2026, Dinkes Kabupaten Cirebon telah melakukan pemeriksaan terhadap 26.113 orang dari target 48.466 orang. Capaian tersebut baru mencapai sekitar 53 persen, sehingga masih terdapat 47 persen sasaran pemeriksaan yang harus dikejar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, mengatakan perluasan skrining terus dilakukan untuk menemukan kasus HIV sedini mungkin, terutama pada kelompok sasaran yang membutuhkan akses pemeriksaan.
“Berdasarkan data capaian pemeriksaan, pasien tuberkulosis atau TBC menjadi salah satu kelompok dengan temuan HIV positif cukup tinggi,” ujar Mona, Kamis, 3 September 2026.
Dari target 7.993 pasien TBC, sebanyak 3.179 orang atau sekitar 39 persen telah menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 52 kasus HIV positif.
Temuan cukup tinggi juga tercatat pada kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL). Dari target 2.044 orang, baru 512 orang atau sekitar 25 persen yang menjalani pemeriksaan. Namun, dari pemeriksaan tersebut ditemukan 51 kasus HIV positif.
Sementara itu, ibu hamil menjadi kelompok dengan jumlah pemeriksaan terbanyak. Dari target 36.895 orang, sebanyak 21.459 orang atau sekitar 58 persen telah menjalani tes HIV dan ditemukan enam kasus positif.
Pada kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS), capaian pemeriksaan telah mencapai 81 persen. Dari target 635 orang, sebanyak 515 orang telah menjalani pemeriksaan dan ditemukan lima kasus positif HIV.
Dinkes juga melakukan skrining terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dari target 700 orang, sebanyak 339 orang atau 48 persen telah diperiksa dan ditemukan empat kasus positif.
Sementara pada kelompok transgender, sebanyak 109 orang atau 54 persen dari target 199 orang telah menjalani pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan empat kasus positif HIV.
Adapun pemeriksaan terhadap kelompok Pengguna Napza Suntik (IDUS) hingga Juli 2026 belum berjalan. Dari target yang ditetapkan, capaian pemeriksaan masih berada pada angka nol.

Temuan Tertinggi Justru dari Kelompok Populasi Lain
Mona mengatakan, jumlah temuan HIV positif tertinggi justru berasal dari kategori populasi lainnya di luar kelompok sasaran khusus.
Dari kelompok tersebut, Dinkes menemukan 73 kasus HIV positif.
“Data tersebut menunjukkan bahwa HIV tidak hanya menjadi persoalan pada kelompok populasi tertentu,” katanya.
Karena itu, Dinkes mendorong perluasan edukasi dan pemeriksaan HIV agar masyarakat yang memiliki risiko maupun belum mengetahui status kesehatannya dapat memperoleh layanan deteksi dini.
Menurut Mona, pemeriksaan sedini mungkin penting agar orang yang terkonfirmasi HIV dapat segera memperoleh penanganan dan terapi Antiretroviral (ARV) sesuai layanan kesehatan.
“Deteksi dini juga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kondisi infeksi berkembang ke tahap yang lebih berat,” jelasnya.
Dinkes Kabupaten Cirebon menargetkan cakupan pemeriksaan terus meningkat hingga akhir tahun. Dengan capaian yang baru mencapai 53 persen pada Juli 2026, perluasan skrining dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan masih menjadi pekerjaan yang harus dikejar.
Semakin cepat status HIV diketahui, semakin cepat pula penanganan dan layanan kesehatan dapat diberikan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















