SUARA CIREBON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon membangun 73 sumur resapan di sejumlah wilayah pada 2026. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan konservasi air, menjaga cadangan air tanah, serta mengurangi limpasan air permukaan saat hujan.
Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon Sugeng Wahyudi mengatakan, 73 sumur resapan tersebut tersebar di 37 kecamatan. Jumlah titik pembangunan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Untuk tahun ini baru 73 titik karena menyesuaikan kemampuan anggaran dan berbagai pertimbangan lainnya,” kata Sugeng, Jumat, 19 September 2026.
Menurutnya, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Namun, pembangunan sumur resapan tetap menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam konservasi air.
Sugeng menjelaskan, sumur resapan berfungsi menampung air hujan agar tidak langsung mengalir ke saluran pembuangan. Air kemudian diarahkan meresap ke dalam tanah sehingga dapat menjadi cadangan air bawah tanah.
Pembangunan diprioritaskan di wilayah yang membutuhkan, termasuk lokasi yang memiliki potensi genangan dan rawan banjir. Setiap desa mendapatkan jumlah titik berbeda, bergantung pada kondisi di lapangan.
“Ada desa yang mendapat satu titik, ada juga yang tiga titik. Semua tergantung kebutuhan lokasi masing-masing,” ujarnya.
Sumur resapan yang dibangun menggunakan konstruksi buis beton dengan sistem penyaringan pada bagian bawah. Material seperti batu dan pasir digunakan untuk membantu proses peresapan air ke dalam tanah.
Sugeng menegaskan, pembangunan sumur resapan bukan solusi tunggal untuk mengatasi banjir. Program tersebut lebih diarahkan sebagai bagian dari pengelolaan dan konservasi air.
“Kalau untuk mengurangi banjir secara signifikan memang tidak bisa hanya dengan upaya ini. Tetapi ini menjadi salah satu langkah dalam pengelolaan air,” katanya.
Pembangunan 73 sumur resapan tersebut menelan anggaran sekitar Rp670 juta. Program itu diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan ketersediaan air tanah di Kabupaten Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















