SUARA CIREBON – Kunjungan pasien ke rumah sakit di Kabupaten Cirebon meningkat dalam dua pekan terakhir. Lonjakan paling terasa di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan keluhan yang banyak berkaitan dengan infeksi virus dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Direktur Rumah Sakit Sumber Waras, Eka Prima Wahyuningsih, mengatakan peningkatan kunjungan membuat kondisi IGD lebih padat dibandingkan hari normal. Meski demikian, rumah sakit tetap memprioritaskan pelayanan, terutama bagi pasien dalam kondisi gawat darurat.
“Memang kondisi kita, terutama di IGD, sama dengan rumah sakit lain. Kita juga full, tapi di sini kami memaksimalkan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat. Apa pun kondisinya, life saving tetap kita lakukan,” kata Eka, Senin, 21 September 2026.
Dalam kondisi normal, kunjungan IGD Rumah Sakit Sumber Waras berada di kisaran 60 pasien dalam 24 jam. Saat ini, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 80 pasien per hari.
Menurut Eka, keluhan yang banyak ditemukan berkaitan dengan infeksi virus dan gangguan saluran pencernaan. Typhoid fever atau demam tifoid juga termasuk penyakit yang cukup banyak ditangani.
“Kalau penyakit yang paling banyak dikeluhkan, kita ada beberapa sepuluh penyakit terbesar. Tidak hanya pasien dewasa, kelompok anak juga menjadi perhatian. Kunjungan pasien anak menjadi salah satu yang cukup tinggi di tengah perubahan kondisi cuaca dan lingkungan,” ujarnya.
Rumah Sakit Sumber Waras memiliki 20 tempat tidur di IGD dan total 261 tempat tidur di ruang perawatan. Ketika jumlah pasien melebihi kapasitas pelayanan, petugas menerapkan skrining dan triase untuk menentukan tingkat kegawatan masing-masing pasien.
“Tidak bisa semua pasien yang datang menjadi prioritas. Kita ada skala prioritas dalam kesehatan. Kita lakukan screening, kita lakukan triase, kemudian rekan-rekan IGD pasti akan melakukan life saving semuanya,” katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, mengatakan peningkatan kunjungan pasien juga terjadi di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Menurutnya, perubahan kondisi cuaca setelah periode kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
“Memang saat sekarang ini trennya kunjungan pasien naik. Kita berawal dari kemarin memang musim kemarau. Kemarau panjang pasti ada dampak,” kata Edi.
Perubahan kondisi lingkungan, lanjut Edi, dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, terutama pada kelompok balita, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus ISPA di Kabupaten Cirebon hingga minggu ke-38 tercatat sebanyak 205.925 pasien. Di sejumlah wilayah, peningkatan kunjungan dilaporkan mencapai sekitar 54 persen.
“Pada prinsipnya memang penyakit ISPA itu trennya lagi naik. Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat memperkuat daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, mencukupi kebutuhan air putih, serta mengurangi makanan berminyak, terlalu manis, pedas dan berlemak,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta tetap aktif bergerak dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika mengalami keluhan yang menetap atau memburuk.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















