SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi. Berdasarkan data pelayanan kesehatan, kasus ISPA mencapai 65.055 kasus.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan. ISPA menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditemukan, terutama pada kelompok anak-anak.
“Dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi peningkatan kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan. Kasus yang paling banyak ditemukan adalah ISPA,” ujar Eni, Sabtu (19/9/2026).
Selain ISPA, penyakit dengan jumlah kasus cukup tinggi yakni hipertensi sebanyak 33.135 kasus, dorsalgia atau nyeri punggung 17.071 kasus, functional dyspepsia atau gangguan pencernaan 16.885 kasus, infeksi virus yang belum spesifik 16.575 kasus, serta dislipidemia sebanyak 16.408 kasus.
Menurut Eni, sebagian besar kasus ISPA masih dapat ditangani melalui rawat jalan. Namun, pasien dengan kondisi tertentu, seperti sesak napas, demam berkepanjangan, dehidrasi, atau membutuhkan pemantauan lebih intensif, perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko penularan ISPA. Langkah yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik.
“Orang tua juga harus memastikan imunisasi anak sesuai jadwal. Apabila anak mengalami gejala seperti demam disertai sesak, sulit bernapas, tubuh sangat lemas, tidak mau minum, atau muncul tanda dehidrasi, segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” paparnya.
Masyarakat yang sedang sakit juga dianjurkan beristirahat di rumah dan mengurangi kontak dekat dengan orang lain untuk mencegah penularan.
Sementara itu, peningkatan kunjungan pasien juga terjadi di RSUD Arjawinangun. Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengendalian Mutu RSUD Arjawinangun, Sartono, mengatakan jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan saat ini mencapai sekitar 130 orang.
“Sekarang pasien mencapai 130 orang, biasanya hanya setengahnya. Didominasi anak-anak dengan keluhan ISPA,” kata Sartono.
Menurutnya, peningkatan jumlah pasien mulai terlihat sejak sekitar satu pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat rumah sakit meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan terhadap pasien yang datang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















