SUARA CIREBON – Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon mengamankan lima pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa, 29 September 2026 malam.
Kelima pelajar tersebut diamankan setelah polisi menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai sekelompok pemuda yang menggunakan sepeda motor dan diduga hendak melakukan tawuran di sekitar depan Kantor Basarnas, Jalan Raya Winong KM 20.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan, patroli dipimpin Kasat Samapta Polresta Cirebon Kompol Endang Sujana bersama personel Raimas Macan Kumbang 852 dan Unit Patroli Polsek.
Petugas kemudian melakukan penyisiran hingga ke jalan persawahan arah Desa Winong. Meski kelompok pemuda yang sebelumnya dilaporkan telah membubarkan diri, petugas menemukan lima pemuda yang diduga masih menunggu kelompok lain.
“Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan dua bilah senjata tajam jenis celurit kecil yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran,” ujar Imara, Rabu (30/9).
Kelima pemuda tersebut sempat berusaha melarikan diri saat akan diperiksa. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan mengamankan seluruhnya.
Kelima pelajar yang diamankan masing-masing berinisial MFE (16), D (18), AP (15), HN (14), dan F (15). Mereka diketahui masih berstatus sebagai pelajar di sejumlah sekolah menengah di wilayah Cirebon.
Selain lima orang tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor, tiga telepon seluler, satu jaket merah bertuliskan “PERJUANGAN WNG”, serta dua bilah celurit kecil.
Selanjutnya, kelima pelajar bersama barang bukti dibawa ke Mako Polresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Imara mengatakan, patroli tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi tawuran dan gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.
“Kami terus meningkatkan patroli dan merespons cepat setiap informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah tawuran sebelum terjadi dan memastikan masyarakat tetap merasa aman,” katanya.
Polresta Cirebon juga mengimbau orang tua dan masyarakat turut mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pelajar, serta melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan.
“Peran masyarakat sangat penting. Jangan ragu untuk melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















