SUARA CIREBON – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon mengusulkan tujuh lokasi untuk program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dari tujuh usulan tersebut, tiga lokasi telah terakomodasi, yakni Desa Ambulu, Citemu, dan Mundu Pesisir.
Program prioritas pemerintah pusat ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan sarana dan prasarana penunjang aktivitas perikanan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan, dan Pengawasan DKPP Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman, mengatakan tujuh lokasi tersebut diusulkan di luar Desa Gebangmekar yang lebih dahulu mendapatkan program KNMP.
“Yang terakomodasi tiga, yaitu Ambulu, Citemu, dan Mundu Pesisir. Sisanya bertahap,” kata Teguh, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ia menyebut sejumlah lokasi lain yang diharapkan dapat masuk dalam program berikutnya, antara lain Karangreja, Suranenggala Kidul, Bungko, Bungko Lor, Mertasinga, dan Waruduwur.
Pemkab Cirebon, kata Teguh, akan kembali mengusulkan kawasan-kawasan tersebut agar pembangunan KNMP dapat diperluas ke wilayah pesisir yang memenuhi persyaratan.
“Harapannya kalau nanti disetujui, sisanya bisa dibangun secara bertahap. Karena memang ada instruksi agar kampung nelayan dibangun di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurut Teguh, KNMP tidak sekadar bertujuan memperbaiki kawasan permukiman nelayan, tetapi juga menyediakan fasilitas yang menunjang produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Fasilitas yang dapat dibangun antara lain tempat pendaratan dan sandar perahu, fasilitas docking atau perbaikan kapal, pabrik es, ruang pendingin (cold storage), hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mempermudah nelayan memenuhi kebutuhan melaut sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan.
Teguh menjelaskan, jenis fasilitas yang dibangun di setiap lokasi tidak selalu sama. Penentuannya disesuaikan dengan luas lahan, jumlah nelayan, serta kebutuhan masing-masing kawasan.
SPBN, misalnya, dinilai penting bagi kawasan dengan jumlah nelayan dan aktivitas melaut yang tinggi agar akses terhadap bahan bakar bersubsidi lebih mudah.
“Kalau nelayannya banyak, tentu harus dipenuhi supaya tidak terlalu jauh untuk membeli bahan bakar subsidi,” katanya.
Terkait realisasi pembangunan, Teguh menyebut kegiatan di Desa Ambulu dan Citemu mulai menunjukkan progres. Sementara itu, perkembangan pembangunan di Desa Mundu Pesisir belum diketahui secara pasti.
“Untuk Mundu Pesisir saya belum menyerap lagi kenapa belum, apakah masih ada masalah atau memang belum mulai,” ujarnya.
Sebelumnya, program KNMP di Kabupaten Cirebon telah direalisasikan di Desa Gebangmekar. Pembangunannya dimulai pada 2025 dan kini mulai dioperasionalkan.
Teguh berharap perluasan program KNMP dapat meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Cirebon.
Dengan tersedianya sarana pendukung yang sesuai kebutuhan, nelayan diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap fasilitas penunjang melaut dan penanganan hasil tangkapan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















