SUARA CIREBON – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon menyiapkan intervensi untuk menyelamatkan tanaman padi yang terdampak kekeringan di Kecamatan Ciwaringin dan Beber. Total luas lahan yang menjadi sasaran penanganan mencapai 56 hektare, dengan dampak terluas berada di Ciwaringin.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon, Deni Nur Cahya, mengatakan, lahan pertanian terdampak di Kecamatan Ciwaringin mencapai 53 hektare. Sementara di Kecamatan Beber, luas lahan yang membutuhkan penanganan tercatat 3 hektare.
“Di Ciwaringin ada 53 hektare dan di Beber 3 hektare yang akan kita intervensi,” ujar Deni, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurutnya, penanganan di Ciwaringin menjadi perhatian utama karena luas lahan terdampak jauh lebih besar. Namun, upaya penyelamatan tanaman di wilayah tersebut menghadapi tantangan karena lokasinya berada di luar daerah irigasi (DI).
Kondisi itu membuat penanganan membutuhkan strategi berbeda dibandingkan lahan yang memiliki akses terhadap jaringan irigasi. Distan pun memprioritaskan intervensi pada lahan yang sudah ditanami untuk menyelamatkan tanaman padi dan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani.
“Kita pasti tangani kalau yang sudah tanam, kecuali yang belum tanam,” kata Deni.
Sebelumnya, Distan Kabupaten Cirebon telah melakukan penanganan terhadap 309 hektare sawah di Blok Kayen, Desa Susukan. Melalui pemasangan pipa sepanjang 2,6 kilometer dan sistem irigasi bertekanan yang memanfaatkan sumber air dari Rentang Kanan BGS, lahan tersebut berhasil diselamatkan dari ancaman gagal panen atau puso.
Penanganan serupa juga dilakukan di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, dengan cakupan lahan 85 hektare dan panjang jaringan pipa mencapai 1.500 meter.
“Bukan hanya di Kayen, kita juga sudah menangani 85 hektare di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, dengan penanganan yang sama,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekeringan pada musim berikutnya, Distan juga mengandalkan sejumlah program penyediaan air bagi pertanian, di antaranya Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Desa (Irdes), serta pembangunan sumur bor atau sumur dalam.
Menurut Deni, program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di wilayah yang berada di luar daerah irigasi.
Namun, pembangunan sumur dalam masih dalam tahap pengusulan kepada kementerian terkait. Sejumlah wilayah yang diusulkan menjadi sasaran program tersebut antara lain Kecamatan Depok dan Susukan.
“Untuk wilayah di luar DI, kita usulkan sumur bor atau sumur dalam,” katanya.
Distan berharap penguatan infrastruktur pengairan tersebut dapat mengurangi risiko kekeringan dan mendukung peningkatan produksi padi Kabupaten Cirebon pada tahun mendatang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















