SUARA CIREBON – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjadikan MAN 1 Cirebon sebagai lokasi proyek percontohan nasional pemilihan Ketua OSIS melalui sistem pemungutan suara elektronik atau electronic voting (e-voting). Program bertajuk Pemilihan Raya Putih Abu-Abu (Prabu) ini menjadi sarana pendidikan demokrasi sekaligus pengenalan teknologi pemilu bagi pelajar.
Komisioner KPU RI, Dr. Betty Epsilon Idroos, mengapresiasi kolaborasi KPU Kabupaten Cirebon dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemilihan Ketua OSIS menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang dekat dengan kehidupan siswa.
“Ini salah satu upaya menanamkan demokrasi melalui pemilu kepada anak muda, termasuk pendidikan pemilih pemula. Mereka belajar dalam lingkup yang lebih kecil,” ujar Betty, Rabu, 14 Oktober 2026.
Betty menjelaskan, KPU RI memfasilitasi pelaksanaan pemilihan di MAN 1 Cirebon dengan meminjamkan perangkat e-voting yang diproduksi KPU sendiri. Perangkat tersebut digunakan untuk memperkenalkan proses pemungutan suara berbasis teknologi kepada para siswa.
Ia menyebut MAN 1 Cirebon menjadi lokasi pertama dalam proyek percontohan penggunaan perangkat tersebut oleh KPU RI.
“Menariknya, perangkat e-voting tersebut baru pertama kali digunakan dalam proyek percontohan KPU RI di Indonesia,” ungkapnya.
Dari sisi efisiensi, sistem e-voting memungkinkan proses pemberian suara berlangsung relatif cepat. Betty menyebut satu siswa rata-rata membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk memberikan suara.
Dengan jumlah pemilih sekitar 1.000 siswa dan empat bilik suara, proses pemungutan suara diperkirakan dapat berlangsung sekitar 41 menit jika berjalan tanpa hambatan.
Meski demikian, Betty menegaskan bahwa kecepatan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Pelaksanaan di MAN 1 Cirebon tetap akan dievaluasi untuk mengidentifikasi kendala dan kemungkinan kesalahan selama proses pemungutan suara.
KPU juga menyiapkan pengenalan mekanisme penghitungan suara secara manual sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pada sistem elektronik.
Betty menegaskan, penerapan e-voting tersebut masih terbatas pada proyek percontohan dan belum dapat digunakan secara luas dalam pemilu resmi. Penerapannya masih membutuhkan landasan hukum yang jelas serta kesiapan infrastruktur teknologi, literasi digital masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu.
“Kita tunggu dasar hukumnya. Masih banyak pekerjaan rumah, terutama regulasi, kondisi infrastruktur negara, literasi digital masyarakat, dan tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, Slamet, S.Ag., M.Pd., menyambut positif penunjukan MAN 1 Cirebon sebagai lokasi percontohan. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya digitalisasi layanan sekaligus penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan madrasah.
Ia mengatakan, pemilihan Ketua OSIS melalui e-voting dapat membantu siswa memahami proses demokrasi secara langsung. Selain menggunakan hak suara, siswa juga belajar menghadapi perbedaan pendapat, menyampaikan keberatan, dan memahami mekanisme penyelesaian sengketa.
“Pemilihan Ketua OSIS melalui e-voting dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami proses demokrasi secara lebih nyata,” ujarnya.
Slamet menambahkan, pemilihan Ketua OSIS secara serentak di lingkungan madrasah merupakan hasil kolaborasi Kemenag dengan KPU. Adapun MAN 1 Cirebon dipilih untuk penerapan e-voting karena keterbatasan perangkat yang tersedia.
Ke depan, ia berharap penggunaan teknologi serupa dapat diperluas ke madrasah lain apabila regulasi dan sarana pendukung telah memadai.
Namun, Slamet mengingatkan bahwa penggunaan teknologi digital juga memiliki tantangan, terutama terkait keamanan sistem. Potensi peretasan dan manipulasi informasi perlu diantisipasi melalui kesiapan sistem, pengawasan, serta mekanisme yang menjamin transparansi dan akuntabilitas proses pemilihan.
Melalui program Prabu, KPU dan Kemenag berharap madrasah dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang membiasakan siswa menggunakan hak pilih, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas keputusan bersama.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















