SUARA CIREBON – Sebanyak 264 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon. Dari jumlah tersebut, 228 orang merupakan anak-anak, sedangkan 36 lainnya adalah orang dewasa.
Hingga Rabu (21/10/2026), para korban mendapat penanganan di delapan fasilitas kesehatan. Sebanyak 176 orang menjalani rawat inap, sementara 88 lainnya mendapat pelayanan rawat jalan.
Korban dewasa terdiri atas guru, orang tua siswa, dan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penanganan medis dilakukan secara tersebar untuk mengantisipasi penumpukan pasien akibat banyaknya warga yang mengalami keluhan serupa.
Direktur Utama RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengatakan pasien mulai berdatangan ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tersebut sejak Selasa (20/10) sore, sekitar pukul 17.50 WIB.
“Keluhan yang paling banyak dialami pasien adalah mual dan muntah. Tim medis memberikan penanganan untuk meredakan gejala tersebut sekaligus mengantisipasi risiko dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh,” ujar Katibi, Rabu (21/10/2026).
Menurut Katibi, pasien yang ditangani di RSD Gunung Jati tidak hanya berasal dari kalangan siswa, tetapi juga mencakup dua petugas SPPG, dua guru, dan empat orang tua siswa.
RS Ciremai Tangani 85 Pasien
Berdasarkan data penanganan, RS Ciremai mencatat jumlah pasien terbanyak, yakni 85 orang. Seluruh pasien tersebut menjalani rawat inap, terdiri atas 74 anak-anak dan 11 orang dewasa.
Sementara itu, RSD Gunung Jati menangani 71 pasien, terdiri atas 63 anak-anak dan delapan orang dewasa. Sebanyak 11 pasien menjalani rawat inap, sedangkan 60 lainnya mendapat perawatan rawat jalan.
RS Putera Bahagia menangani 59 pasien, terdiri atas 51 anak-anak dan delapan orang dewasa. Dari jumlah tersebut, 46 pasien menjalani rawat inap dan 13 lainnya rawat jalan.
Adapun distribusi penanganan di fasilitas kesehatan lainnya sebagai berikut:
- RS Medimas: 26 pasien, terdiri atas 19 anak-anak dan tujuh orang dewasa. Sebanyak 17 pasien dirawat inap dan sembilan rawat jalan.
- RS Cahaya Bunda: 12 pasien anak, seluruhnya menjalani rawat inap.
- PAD: lima pasien anak, seluruhnya menjalani rawat inap.
- RS Pelabuhan: tiga pasien, terdiri atas dua anak-anak dan satu orang dewasa. Seluruhnya mendapat perawatan rawat jalan.
- RS Sumber Kasih: tiga pasien, terdiri atas dua anak-anak dan satu orang dewasa. Seluruhnya mendapat perawatan rawat jalan.
Dengan demikian, total pasien yang ditangani di delapan fasilitas kesehatan tersebut mencapai 264 orang, dengan 176 pasien menjalani rawat inap dan 88 lainnya rawat jalan.
RSD Gunung Jati Sebut Kondisi Pasien Stabil
Di tengah penanganan para korban, sempat beredar informasi mengenai dugaan adanya korban meninggal dunia. Katibi menegaskan, berdasarkan kondisi pasien yang ditangani di RSD Gunung Jati, seluruhnya dalam keadaan stabil dan memperoleh perawatan medis.
“Kondisi pasien yang ditangani secara umum dalam penanganan yang baik. Pasien yang belum diperbolehkan pulang masih menjalani observasi atau perawatan di ruang rawat inap biasa, dan tidak ada pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU),” tegasnya.
Hingga Rabu, tim medis masih berfokus pada pemulihan kondisi para pasien, terutama anak-anak yang mengalami mual dan muntah serta berisiko mengalami dehidrasi.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan oleh instansi berwenang.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















