SUARA CIREBON – Ratusan keris pusaka akan dipamerkan dalam ajang Gugah Gaman Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Pameran tersebut digelar untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengenalkan seni, sejarah, dan filosofi keris kepada generasi muda.
Ketua Paguyuban Seni Kreatif dan Tosan Aji (SAKETI), Gunawan Wibiksana, mengatakan pameran ini tidak sekadar menampilkan benda pusaka, tetapi juga menjadi upaya membangkitkan kembali tradisi perkerisan di Cirebon.
Menurutnya, Gugah Gaman Cirebon menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi keris Cirebon agar semakin dikenal, berkembang, dan tetap lestari di tengah masyarakat.
“Pameran ini tidak sekadar memajang karya, melainkan sebuah maklumat budaya bahwa gaman Cirebon telah bangkit dari tidur panjangnya. Ini menandai era baru perkerisan yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan,” ujar Gunawan, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai, keris selama ini masih kerap dipandang sebatas benda mistis atau peninggalan masa lalu. Padahal, keris merupakan karya seni kriya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan keterampilan tinggi, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam sektor ekonomi kreatif.
Melalui pameran tersebut, SAKETI ingin memperluas apresiasi masyarakat terhadap keris sebagai warisan budaya yang tetap relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga diharapkan membuka ruang edukasi dan diplomasi budaya serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.
Sekretaris SAKETI yang juga pemerhati kebijakan publik, Angga Maradeka, mengatakan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kebudayaan.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam memfasilitasi penyelenggaraan pameran tersebut.
“Kolaborasi ini penting agar warisan budaya tetap terjaga sekaligus bisa dikembangkan menjadi potensi ekonomi kreatif dan pariwisata,” kata Angga.
Selain memamerkan keris pusaka, panitia menyiapkan demonstrasi penempaan keris oleh Empu Lingga Nugraha, putra daerah Kabupaten Cirebon. Demonstrasi ini diharapkan memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal proses pembuatan keris, termasuk keterampilan menempa dan nilai seni yang terkandung di dalamnya.
Panitia juga membuka ruang edukasi bagi pelajar dan mahasiswa di wilayah Cirebon untuk mempelajari sejarah, filosofi, serta proses pembuatan keris.
Gunawan menyebut pameran tersebut terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengenal lebih dekat tradisi perkerisan Cirebon.
“Pameran terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai kalangan memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat warisan budaya perkerisan Cirebon,” ungkapnya.
Melalui Gugah Gaman Cirebon, penyelenggara berharap tradisi perkerisan semakin mendapat perhatian masyarakat dan mendorong lahirnya generasi empu baru yang mampu meneruskan keterampilan serta pengetahuan para pendahulu.
Selain memperkuat identitas budaya daerah, pameran ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya di Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















