SUARA CIREBON – Tiga warga Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan bersama sejumlah orang.
Dugaan keracunan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian dan jenis minuman yang dikonsumsi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban yang disebut bernama Reno (16), Abdul (21), dan Adit (16). Namun, asal desa masing-masing korban masih perlu dipastikan karena terdapat perbedaan informasi dalam keterangan yang diterima.
Mandor Desa Kejuden, Sunaini, mengatakan informasi awal mengenai kejadian tersebut diterimanya pada Kamis, 29 Oktober 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, ia mendapat telepon dari Kuwu Kejuden yang memintanya menjemput jenazah seorang warga di Rumah Sakit Arjawinangun.
Sebelum berangkat, Sunaini kembali menerima telepon dari ketua RW yang memintanya mendatangi wilayah Desa Getasan. Di lokasi tersebut, ia mendapat informasi mengenai sejumlah warga yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi minuman bersama.
“Saya ditelepon Pak Kuwu sekitar pukul 05.30 WIB, diberi tahu ada warga saya meninggal di Rumah Sakit Arjawinangun dan diminta menjemput. Sebelum berangkat, saya ditelepon lagi oleh Pak RW untuk datang ke Getasan. Di sana saya mendapat informasi ada anak-anak yang sebelumnya minum-minum,” ujarnya.
Menurut Sunaini, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sejumlah warga dari beberapa desa yang terlibat dalam kegiatan minum bersama tersebut. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti jenis minuman yang dikonsumsi maupun apakah minuman tersebut merupakan minuman keras oplosan.
“Saya belum mengetahui secara pasti jenis minuman yang dikonsumsi para korban, dan juga belum dapat memastikan apakah minuman tersebut merupakan miras oplosan,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah korban dilaporkan mengalami keluhan berupa sakit perut dan tubuh lemas. Salah seorang warga yang masih menjalani perawatan juga disebut mengalami diare berulang.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Getasan, Sujadi, mengatakan kegiatan minum bersama tersebut diduga berlangsung pada Senin malam hingga Selasa dini hari di rumah seorang warga di Blok Tunggak Jati, RT 04/RW 02, Desa Getasan. Menurut informasi yang diterimanya, reaksi gangguan kesehatan mulai terjadi pada Rabu sore.
Sujadi juga menyebut adanya informasi mengenai temuan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, berupa alkohol berkadar 96 persen, arak Bali, dan minuman berenergi. Informasi itu masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang, termasuk mengenai jenis, kandungan, dan kaitannya dengan kondisi para korban.
Berdasarkan keterangan Sujadi, orang-orang yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari beberapa desa, yakni Kejuden, Getasan, Karangwangi, Keduanan, dan Kenanga. Namun, jumlah peserta serta asal masing-masing orang masih perlu dicocokkan dengan data resmi.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian ketiga warga tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang dihimpun. Kepastian mengenai dugaan keracunan, jenis minuman yang dikonsumsi, serta kaitannya dengan kematian para korban perlu menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian.
Pihak berwenang diharapkan menelusuri asal minuman yang diduga dikonsumsi serta memastikan kondisi warga lain yang terlibat dalam kegiatan tersebut.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















