SUARA CIREBON – Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon menyelenggarakan Tracer Study Lulusan 2026 untuk mengevaluasi relevansi kompetensi alumni dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperkuat hubungan antara fakultas dan lulusan.
Kegiatan bertema “Tracer Study Lulusan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: Membangun Jejak Karier dan Konektivitas Alumni” tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Syariah, Kamis, 29 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, fakultas berupaya memperoleh data mengenai perkembangan karier alumni, kesesuaian bidang keilmuan dengan pekerjaan, masa tunggu memperoleh pekerjaan, hingga kebutuhan kompetensi yang perlu diperkuat.
Data tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi dan pengembangan kebijakan akademik, termasuk penyempurnaan kurikulum serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pengembangan karier.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Afif Muamar, M.H.I. Dalam sambutannya, ia menekankan tiga urgensi pelaksanaan tracer study, yakni pemenuhan kebijakan dan standar pendidikan tinggi, peningkatan mutu kelembagaan, serta penguatan manfaat bagi alumni.
“Tracer study bukan sekadar kegiatan mendata alumni yang sudah bekerja atau belum bekerja. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian penting dari tanggung jawab institusi untuk memastikan bahwa pendidikan yang kita selenggarakan benar-benar memberikan manfaat bagi lulusan dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.
Menurutnya, data alumni memiliki keterkaitan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan pemenuhan standar akreditasi. Karena itu, tracer study harus dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur efektivitas penyelenggaraan pendidikan, bukan sebatas memenuhi kebutuhan administrasi.
Hasil pemetaan alumni juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mengidentifikasi fasilitas yang perlu ditingkatkan, serta mengembangkan layanan pusat karier yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan lulusan.
Selain itu, informasi mengenai kesesuaian bidang keilmuan dengan pekerjaan, masa tunggu kerja, tingkat pendapatan, dan jejaring profesional alumni dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program akademik dan pengembangan karier.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Dr. H. Asep Saepullah, M.H.I., yang mengangkat pemikiran Ibnu Khaldun melalui konsep Ghurfah atau ruang kehidupan. Ia menjelaskan empat fase perjalanan manusia, yakni ruang merintis, ruang membangun, ruang menikmati, dan ruang menghancurkan.
Menurutnya, perjalanan kehidupan dan karier tidak selalu berjalan stabil. Seseorang dapat melewati masa perjuangan, mencapai keberhasilan, hingga menghadapi kemunduran yang menuntut kemampuan untuk bangkit kembali.
“Para alumni harus memahami bahwa kehidupan tidak selamanya berada dalam kondisi yang nyaman. Ada masa ketika kita harus berjuang keras, menghadapi kegagalan, bahkan memulai kembali dari awal. Karena itu, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan jangan terlena ketika sudah mencapai keberhasilan,” pesannya.
Ia menilai ketangguhan atau resiliensi menjadi bekal penting bagi alumni dalam menghadapi perubahan dan tantangan di berbagai bidang profesi. Keberhasilan, lanjutnya, tidak hanya diukur dari jabatan atau penghasilan, tetapi juga dari kemampuan bertahan, bangkit dari kesulitan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap fase kehidupan. Upaya meningkatkan kapasitas diri, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan sikap istiqamah dan keyakinan dalam menghadapi berbagai persoalan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















