by

Renovasi Alun-alun Dianggarkan Rp 18 Miliar

MAJALENGKA,  SC- Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang  merivitalisasi alun alun Majalengka dengan anggaran Rp18 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat, dan saat ini dikerjakan pada tahap satu dengan anggaran yang diserap Rp10 miliar.  

Dikatakan Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Alun – alun Majalengka akan dialihfungsikan sepenuhnya menjadi arena publik dan taman yang bisa dinikmati serta diakses seluruh warga Majalengka.  “Penataaan Alun-alun Majalengka dilakukan melalui bantuan keuangan dari provinsi,” ungkapnya, kemarin.

Menurutnya,  konsep penataan Alun alun Majalengka sudah dibahas dan dirancang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.  Pemkab Majalengka  sendiri ingin menjadikan alun-alun sebagai wahana wisata religi di pusat kota.

“Pak Gubernur tidak main-main dalam mendorong pertumbuhan pariwisata di daerah. Termasuk di Majalengka. Ada beberapa perhatian, di antaranya penataan alun-alun ini. Kita akan dorong agar konsepnya bertemakan Kabupaten Majalengka sebagai daerah religius, sesuai dengan visi Majalengka Raharja, ” katanya. 

Penataan alun-alun tersebut diharapkan dapat menghadirkan ikon pusat sentral wilayah perkotaan Majalengka dan menjadi lokasi yang berkesan serta pusat aktivitas hiburan warga.

Ditambahkannya,   Alun alun Majalengka akan sepenuhnya digunakan menjadi arena publik dan terkoneksi dengan Masjid Al Imam Majalengka.   Sementara fungsi seremoni seperti lokasi upacara atau agenda lain dalam peringatan besar akan perlahan dipindahkan ke Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka. Serta pada pedagang kaki lima akan dipusatkan di Pujasera Majalengka. 

Sementara itu,  Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Majalengka,  H.  Eman Suherman mengatakan  Alun-alun Majalengka secara bertahap akan diubah fungsinya menjadi wahana hiburan warga yang bisa diakses setiap pengunjung multilevel, baik itu anak-anak, remaja, maupun orang tua.

Bukan hanya warga lokal, tetapi juga pendatang atau pelancong. Sementara fungsi seremoni secara bertahap akan dipindahkan ke kawasan Lapangan GGM yang saat ini juga sedang dilakukan  penataan dan pembangunan.  (Eka)

Comment