by

Buruh Minta UMK Naik Minimal 10 %

MAJALENGKA, SC- Para pekerja  di Kabupaten Majalengka berharap kenaikan upah kerja minimal 10 persen dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) Majalengka saat ini sebesar Rp 1.791.356,-/bulan.

Buruh salah satu pabrik di kawasan Jatiwangi,Toni mengatakan,UMK Majalengka saat ini masih tergolong rendah bila dibandingkan daerah lainya,termasuk Kabupaten Cirebon.Sementara  harga kebutuhan, antara Cirebon dan Majalengka tidak jauh berbeda.

”Perbandingan kita dengan Cirebon saja, kalau dengan Bandung, apalagi  daerah industri di kawasan Cikarang,Cimahi atau Purwakarta, tentu akan makin jauh lebih kecil,” katanya, Selasa (5/11). 

UMK di Kabupaten /Kota Cirebon tahun ini kata dia sudah berada di atas angka Rp 2 juta/bulan.”Kami para buruh berharap pemerintah mendorong  kenaikan UMK minimalnya 10 persen dari jumlah tahun ini,” harapnya.

Meski belum tertutup,namun, keinginan buruh yang mengharapkan kenaikan UMK minimal sebesar 10 persen sulit terealisasi.Pasalnya  pemerintah melalui  Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Majalengka,mewacanakan kenaikan UMK tahun 2020  sebesar  8,5 persen dari UMK sebelumnya.

Kepala Disnakerin Majalengka, Sadili  kepada media mengatakan, kenaikan UMK Majalengka diwacanakan  sebesar 8,5 persen daru UMK 2019 sebesar Rp 1.791.356.  “Kenaikan UMK untuk 2020 sebesar 8,51 persen dari sebelumnya sehingga menjadi Rp 1.944.163,-/bulan, atau  ada penambahan Rp 152.807,-/bulan,” katanya.

Ditambahkanya, penetapan kenaikan UMK saat ini belum dilakukan karena masih menunggu penetapan UMP Jawa Barat tahun 2020 terlebih dahulu.(Dins)

Comment