by

2020 Anggaran Stadion Zonk, Salah TAPD-Bappelitbangda?

SUMBER, SC- Progres pembangunan Stadion Watubelah belum tuntas 100 persen. Pada akhir Desember 2019 lalu pembangunan tahap VI sudah selesai.

Hasilnya, tampilan stadion tersebut memang mengalami perubahan. Dipastikan, pada tahun 2020 ini tidak ada lanjutan pembangunan stadion.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Hermanto SH. Tidak adanya lanjutan pembangunan pada tahun 2020 ini karena tidak adanya alokasi anggaran.

BACA JUGA: BPJS Tetap Naik, Netty: Kau yang Memulai, Kau yang Mengingkari

“Penyerapan anggaran tahun 2019 atau progres pembangunan dari tahap VI sekitar 90 persen. Itu hasil pemaparan yang Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) pada rapat evaluasi bersama komisi III,” kata Hermanto, Kamis (16/1).

Pihaknya belum mengetahui kualitas pembangunan tahap VI. Pasalnya, hal itu merupakan ranah Badan Pemeriksa Keuangn (BPK). Namun, pihaknya melihat progres pembangunan fisik sejak awal pembangunan pada tahun 2012 sampai 2019 sudah mencapai 60 persen.

Politisi Partai Nasdem itu menilai, proses pembangunan Stadion Watubelah sangat lambat. Hal itu menunjukkan tidak adanya keseriusan dari pemerintah daerah (pemda).

BACA JUGA: Stadion Mangkrak, Pemkab Cari Dana Pusat

Pasalnya, saat melakukan rapat dan kunjungan kerja bersama bupati ke lokasi tersebut, pemkab tampak menggebu-gebu. Namun, dalam perjalanannya proses perencanaan penganggaran yang dilakukan tidak jelas. Karena, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) terkesan saling lempar. 

“Kalau tidak ada (anggaran) itu karena usulannya justru tidak ada. Jadi kita tidak tahu kapan selesainya pembangunan Stadion Watubelah. Harusnya kan ada koordinasi dari pihak eksekutif itu,” tegas Hermanto.

Bukan hanya itu, wajah stadion yang sudah tampak berubah juga tidak ada anggaran pemeliharaan, termasuk dari dinas. “Kalau pemeliharaan dari pihak kontraktor memang ada. Tapi itu hanya 6 bulan, dan itu sudah menjadi kewajibannya,” paparnya.

Dengan kata lain, imbuh Hermanto, dipastikan nasib bangunan Stadion Watubelah itu tidak akan terurus sampai ada pembangunan tahap selanjutnya.

BACA JUGA: Ribuan Warga Nunggak PBB

“Namanya biaya pemeliharaan itu ya ketika bangunan sudah jadi. Kalau belum jadi, ya tidak ada biaya pemeliharaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon, A Sukma Nugraha SH MM mengatakan, pihaknya memastikan anggaran pemeliharaan stadion tersebut ada. Pemeliharaan selama 6 bulan akan dilakukan oleh kontraktor. Setelah itu, kontraktor menyerahkannya ke DPKPP. “Dari dinas ada biaya pemeliharaannya,” kata Dia.

Disinggung persentase progres pembangunan tahap VI tersebut, Sukma Nugraha mengaku tidak memegang data. Karena yang memegang data adalah bidang di DPKPP. (Islah)

Comment