by

Bantaran Sungai di Majalengka Jadi Lokasi Buang Sampah

MAJALENGKA, SC- Tumpukan sampah di aliran sungai masih menjadi pemandangan yang mudah ditemui di sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Majalengka. Padahal, pemerintah daerah sudah berkali-kali pemerintah meminta agar warga tidak membuang sampah secara sembarangan, apalagi di sekitar bantaran sungai.

Guna mempertegas larangan tersebut, pemerintah telah memasang papan larangan agar warga tidak membuang sampah di sekitar sungai atau jembatan. Namun, tetap saja tumpukan sampah masih terlihat teronggok di sisi sungai seperti di Sungai Cigasong, Cideres, Citangkorak maupun Cijuray.

Yanyan, warga Kelurahan Simpereum, Kecamatan Cigasong mengatakan, sampai sekarang Sungai Cigasong masih menjadi tempat warga membuang sampah. Padahal, di sekitar aliran sungai tersebut sekarang sudah dipasang papan larangan. Namun, tetap saja warga membuang sampah di sekitar bantaran sungai.

“Meski ada papan larangan, tetap saja warga membuang sampah di sini,” kata Yanyan, Senin (8/6/2020).

BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Cikadondong Majalengka Ditangguhkan

Menurut dia, sampah yang ada di sekitar sungai tersebut bukan hanya dari warga sekitar sungai. Tumpukan sampah di sisi jembatan yang menghubungkan Sukahaji-Cigasong juga berasal dari warga luar Simpereum.

“Banyak warga luar sini¬†¬†yang juga membuang sampahnya ke sungai,” ujarnya.

Pemandangan yang berkali-kali diharapkan pemerintah tidak terlihat lagi di sekitar aliran sungai, terutama di daerah perkotaan juga terlihat di aliran Sungai Citangkurak. Warga di sepanjang aliran sungai yang membelah kota angin tersebut masih sangat mudah menemukan tumpukan sampah.

BACA JUGA: Hari Jadi ke-530 Majalengka Dirayakan Sederhana

Warga nampaknya tidak mau repot dalam membuang limbah rumah tangganya. Salah seorang warga di sepanjang aliran sungai tersebut, tepatnya di daerah jalan Suha mengatakan, sebenarnya warga tahu kalau ada larangan membuang sampah di sungai.

“Namun, tidak adanya sarana pembuangan sampah di dekat rumahnya, membuang sampah ke sungai akhirnya menjadi pilihan. Daripada pusing, warga akhirnya banyak yang membuang sampah ke sungai,” ujar Nanang. (Dins)

Comment