by

Bupati Majalengka Launching Desa Tangguh

MAJALENGKA, SC- Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi  bersama Kapolres AKBP. Dr.Bismo Teguh Prakoso  melakukan launching Desa Tangguh Raharja di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Rabu (24/6). 

Nampak hadir dalam acara tersebut Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Harry Subarkah bersama Forkopimda Majalengka. 

Bupati Majalengka H.Karna Sobahi mengatakan, Lembur Tohaga Lodaya atau Desa Tangguh Majalengka Raharja yang merupakan akronim dari Bersih, Aman, Nyaman, Unggul, Sejahtera ini dibentuk dengan tujuan agar masyarakat lebih peduli dan secara bersama-sama bergerak dalam memutus penyebaran Covid-19. Adanya Desa tangguh diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih taat serta tertib dalam menjalankan protokol kesehatan disekitar lingkungannya.

“Dibentuknya Lembur Tohaga Lodaya/Desa Tangguh ini adalah guna meminimalisir penyebaran Covid-19, selain itu dari 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka akan dilaksanakan Launching 36 Lembur Tohaga atau Desa Tangguh Majalengka Raharja, “katanya.

BACA JUGA: Puluhan Kios Pasar Sindang Kasih Majalengka Dibiarkan Kosong

Diharapkani Lembur Tohaga Lodaya atau Desa Tangguh di Desa Liangjulang Kecamatan Kadipaten bisa menjadi pelopor bagi desa – desa lainnya yang ada di Kabupaten Majalengka untuk dapat beriringan dalam upaya menekan grafik penyebaran Covid-19 di Bumi Sindangkasih. 

Di tempat yang sama Kapolres AKBP Bismo menjelaskan, kedisiplinan merupakan kunci dari suksesnya memutus rantai penyebaran Covid-19 ini. “Kita semua hingga detik ini juga terus mencari solusi untuk mengatasi pandemi ini, dan diharapkan dengan dibentuknya Desa Tangguh ini nantinya dapat turut meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten kita ini,” tutur Kapolres. 

Jika masyarakat dapat berkomitmen dan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19, lanjutnya maka ke depannya angka penyebaran virus itu akan bisa ditekan. 

BACA JUGA: Tarif Parkir di Wilayah Majalengka Tak Sesuai Perda

Kegiatan launching juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako dan bibit ikan kepada kepala desa setempat.Kemudian dilanjutkan dengan pengecekkan sarana dan prasarana pendukung seperti dapur umum, ruang isolasi, kantor pelayanan kesehatan dan fasilitas  lainnya. (Dins)

Comment