by

Sudah 50%, Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Cirebon Lanjut atau Berhenti?

KOTA CIREBON, SC- Meski revitalisasi alun-alun Kejaksan Kota Cirebon sempat terhambat, namun kini sudah mendekati 50%. Ini disebabkan oleh realokasi anggaran untuk kebutuhan penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Syahroni saat ditemui Suara Cirebon di ruang kerjanya.

Syaroni mengatakan, jika revitalisasi sudah rampung, Alun-alun Kejaksan akan dilengkapi dengan fasilitas umum yang akan memanjakan masyarakat Kota Cirebon atau masyarakat luar lainnya ketika bersantai di sekitaran area tersebut.

“Yang akan menarik dari alun-alun ini ya tamannya. Nanti ada taman bermain, kemudian taman baca, yang jelas nanti banyak spot-spot untuk selfi,” kata Syaroni, Selasa (23/6/2020).

BACA JUGA: Sejumlah Proyek Ditunda, Alun-alun Tetap Lanjut

Selain dilengkapi dengan taman baca dan spot-spot Selfi, lanjut dia, alun-alun juga akan dilengkapi dengan jogging track, taman bermain dan toilet.  “Tempat (Alun-alun Kejaksan) ini juga terdapat sarana penunjang seperti air mancur, gapura utama yang berbentuk candi bentar dan lapangan yang digunakan untuk upacara,” ungkap Syahroni.

Namun, ujar dia, pembangunan yang mendekat rampung ini mengalami hambatan karena adanya wabah pandemi Covid-19. Sehingga anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sampai saat ini belum juga turun.

“Sebenarnya semuanya hampir selesai ya, tapi kan sekarang kondisinya sedang seperti ini. Sampai hari ini saja anggaran dari provinsi itu belum turun,” ungkapnya.

Sebenarnya, Syahroni menargetkan Revitalisasi Alun-alun Kejaksan bisa selesai pada tanggal 30 Agustus 2020. Namun akibat memburuknya keuangan sehingga kepastian waktu penyelesaian pekerjaan pun belum bisa dipastikan.

BACA JUGA: Renovasi Alun-alun Dianggarkan Rp 18 Miliar

“Persetujuan kontrak sih Agustus tahun ini. Ya proses pembangunan bisa saja dilanjutkan atau hanya berhenti di 50 persen. Itu kita kembalikan kepada penyedia. Bisa melaksanakan 100 persen, tapi dibayarnya pada tahun 2021, karena kondisiya sedang seperti ini,” tuturnya.

Kendati demikian, hingga saat ini proses pembangunan masih terus berjalan. “Alhamdulillah walaupun tidak maksimal, tapi proses pembangunannya masih berjalan. Ini karena harus menjalankan protokol kesehatan, dan dari jumlah pegawai juga kan tidak boleh berkerumun, jadi enggak boleh banyak,” tukas Syahroni. (M Surya)

Comment