by

MI Ma’arif Sutawinangun Terapkan PJJ

KABUPATEN CIREBON, SC- Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Sutawinangun, Kedawung, Kabupaten Cirebon, memulai tahun ajaran semester genap 2021 dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Madrasah, Drs H Oman Fathurohman MA mengatakan, PJJ dilakukan setelah pihaknya menerima surat edaran dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beberapa hari lalu terkait instruksi PJJ, ditambah Kabupaten Cirebon termasuk zona merah. 

“Kami menggunakan daring 100 persen, sesuai dengan surat edaran dari gubernur kemarin, dan dari pihak sekolah juga mengeluarkan surat edaran untuk orang tua, seluruhnya daring,” paparnya kepada Suara Cirebon saat ditemui di kantornya, Selasa (12/1/2021).

Sementara itu, salah satu guru MI Ma’arif, Choliqotul Karimah menambahkan, PJJ di semester genap itu mulai diterapkan sejak Senin (11/1/2021), dengan menggunakan media WhatsApp. Menurutnya, sistem pembelajaran yang diterapkan saat ini tidak jauh beda dengan semester sebelumnya. 

“Karena berbagai hambatan dari orang tua dan murid yang tidak begitu paham dengan teknologi zoom, jadi pakenya WhatsApp,” ujarnya.

BACA JUGA: Tingkatkan Pendidikan Berbasis Digitalisasi dan IT, IAI BBC Targetkan Bertransformasi Menjadi Universitas

Untuk teknis pembelajaran, imbuh Karimah, setiap materi dan tugas yang dibuat oleh guru akan diberikan kepada orang tua, kemudian orang tua yang akan membimbing anaknya. “Ada melalui video, gambar, ada juga narasi, seperti PDF, word, dan lainnya,” ucapnya.

Kendalanya, lanjut Karimah yang juga sebagai guru, pihaknya harus ekstra dalam memberikan pelayanan dan pengajaran kepada siswa ataupun orang tuanya. Karena, untuk waktu pengiriman tugas tidak terbatas, ditambah tidak semua orang tua atau murid yang memahami setiap tugas yang diberikan.

Selain itu, kendalanya karena orang tua kadang responnya agak lambat, tidak semua orang tua paham teknologi, dan kuota yang menjadi masalah orang tua.

“Kami tetap memberikan metode yang mudah yaitu WhatsApp, adapun guru selalu hadir di kantor sekolah untuk memberikan materi,” katanya.

Meskipun, untuk tingkatan usia SD atau MI masih membutuhkan bimbingan langsung dari seorang guru, namun hal itu tak bisa direalisasikan.

BACA JUGA: Qiroati, Metode Baca Al-Quran yang Efektif

“Susah untuk kontrolnya, seperti untuk hafalan, murottal, doa’, dan lainnya.

Harapan saya, semoga Covid-19 segera berakhir, karena efektifitas daring untuk tingkat MI atau SD sangat kurang,” pungkasnya. (Yusuf)

Comment