by

11 Kelurahan di Kota Cirebon Zona Merah

KOTA CIREBON, SC- Dari sebanyak 22 kelurahan di Kota Cirebon, 11 di antaranya berstatus zona merah. Akibatnya, Kota Cirebon menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang berstatus zona merah atau daerah berisiko tinggi penyebaran Covid-19.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, hingga kini Pemkot Cirebon masih melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro hingga tingkat RT dan RW.

Pria yang juga menjabat Sekda Kota Cirebon ini tak menampik, hasil evaluasi periode 8-15 Februari Kota Cirebon masuk zona merah. Namun, Agus mengaku belum menerima laporan evaluasi zona risiko periode 15-21 Februari.

“Periode kemarin memang merah. Namun evaluasi periode 15-21 Februari belum kita terima,” kata Agus kepada Suara Cirebon, Selasa (23/2/2021).

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang masih fluktuatif tersebut, pihaknya telah membangun pos-pos jaga di tiap RT dan RW yang menjadi konsentrasi PPKM Mikro.

“PPKM mikro ini kita sudah bangun pos jaga di RT dan RW, sesuai aturan kementerian kita lakukan sampai 8 Maret,” kata Agus

Agus mengatakan, menurut parameter lama, sebelumnya hanya satu kelurahan yang berada di zona hijau, dari 22 kelurahan yang ada di Kota Cirebon, sementara sisanya masuk zona merah.

Namun, menurut Agus, dari hasil evaluasi dengan paramater yang baru, antara lain jumlah kasus, penanganan, konfirmasi kontak erat dan jumlah ruang isolasi, hanya ada 11 kelurahan yang berzona merah.

“Sekarang ada 11 kelurahan merah, enam oranye, empat kuning dan satu hijau. Kalau status (Kota Cirebon) sekarang saya belum mendapatkan laporan,” kata Agus.

BACA JUGA: Aplikasi Jaga Warga Permudah RT/RW Lapor Covid-19

Lebih lanjut, Agus mengaku tengah mengupayakan agar Kota Cirebon kembali ke zona hijau. Ia mendorong pemaksimalan penanganan di tingkat RT dan RW. Kebijakan penyesuaian anggaran atau refocusing akan dialokasikan untuk membantu penanganan di tingkat RT dan RW.

“Kalau relokasi dana untuk kelurahan ini tidak bisa digeser, kita bisa gunakan belanja tak terduga (BTT),” tandasnya. (Surya)

Comment