by

Bebas BAB Sembarangan Baru 40 persen

KABUPATEN CIREBON, SC- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon terus berupaya menekan angka Open Defecation Free (ODF) atau Setop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan. Bahkan, penanganan ODF menjadi prioritas dinkes guna meraih predikat Padapa.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Edi Susanto, mengaku optimis dapat meraih predikat Kabupaten Sehat kategori Padapa. Diakui Edi, predikat Kabupaten Cirebon sehat sempat lepas pada tahun 2020 lalu. Namun hal itu pula yang menjadi penyemangat pihaknya agar tahun 2021 ini Kabupaten Cirebon bisa mendapat predikat tersebut.

Menurut Edi, saat ini pihaknya tengah melakukan banyak persiapan agar pada saatnya nanti bisa lolos verifikasi dan bisa menang.

“Ada beberapa prioritas, di antaranya ODF,” kata Edi.

BACA JUGA: Kabupaten Cirebon Kantong PMI Kedua di Jabar

Dijelaskan Edi, ODF di Kabupaten Cirebon baru menyentuh angka 40 persen. Ia menargetkan peningkatannya bisa mencapai 60 persen sebagai syarat untuk bisa lolos verifikasi. Edi pun mengaku optimis dalam satu bulan ke depan bisa menambah angka 20 persen.

“Agar bisa lolos verifikasi itu capaiannya harus 60 persen. Kami optimis bisa menambah 20 persen dalam waktu satu bulan mendatang,” ucapnya.

Karena itu, selama satu bulan kedepan pihaknya akan intens berkoordinasi untuk mendorong setiap desa agar bisa bergerak mengejar target Kabupaten Sehat. Ia menambahkan, penilaian Kabupaten Sehat pada tatanan Padapa, ODF menjadi salah satu indikator dengan penilaian tertinggi.

Selain Padapa, ada beberapa tatanan lain yakni Wiwerda dan Wistara.

BACA JUGA: Hibah Lahan UGJ Tak Bisa Dilanjut

“Padapa adalah tatanan paling rendah dalam indikator Kabupaten Sehat. Untuk padapa sendiri ada dua tatanan dalam verifikasi nanti, yakni verifiksi kelembagaan dan permukiman,” paparnya.

Untuk meraih predikat tersebut ada beberapa kendala yang harus dihadapi pihaknya. Di antaranya, kondisi geografis Kabupaten Cirebon yang dilalui banyak sungai, kebiasaan dan perilaku masyarakat dan sarana prasarana berupa MCK yang membutuhkan biaya cukup besar. (Islah)

Comment