by

Perumda Tirta Jati Klaim Air selama Ramadhan Aman

KABUPATEN CIREBON, SC- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ai Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon memastikan ketersediaaan air jelang bulan Ramadhan aman. Perumda yang sering disebut PDAM itu, mengklaim akan meningkatkan terus pelayanan dan menjamin ketersediaan air hingga Idul Fitri nanti aman. 

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Jati, Dr H Suharyadi SE MH, menjelaskan, ketersediaan air tersebut diketahui dari hasil pantauan langsung ke sumber air di lima lokasi dan pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) Perumda Tirta Jati serta empat pelayanan WTP lainnya.

“Kita sudah cek dan survey menjelang Ramadhan baik sumber air maupun pelayanan di Perumda ini dari empat pelayanan WTP dan lima sumber air yang kita miliki, kondisinya masih konsisten 685 kubik per detik. Sampai sekarang masih cukup aman,” ujar Suharyadi, saat jumpa pers, Kamis (8/4/2021).

Sehingga, kalaupun pada tahun ini Pemkab Cirebon kembali melaksanakan Safari Ramadhan, Perumda Tirta Jati dipastikan siap mendukung kegiatan tersebut. Dijelaskan Suharyadi, seperti tahun-tahun sebelumnya, Perumda Tirta Jati mendukung kegiatan tersebut, dengan memberikan bantuan air ke masjid atau musala-musala yang menjadi sasaran kegiatan safari Ramadhan. Biasanya, Perumda Tirta Jati memberikan bantuan dua tangki air untuk setiap titik kegiatan.

“Cuma tahun (2020, red) kemarin tidak dilaksanakan karena pandemi. Tahun-tahun sebelumnya kami selalu mendampingi Pak Bupati dalam safari Ramadhan. Tapi 2021 kami masih menunggu informasi dari Pemda terkait kegiatan safari Ramadhan. Kami mendukung dengan memberikan bantuan air untuk minum dan wudu di musala atau masjid,” kata Suharyadi.

Disinggung angka peningkatan penggunaan air oleh konsumen pada setiap Bulan Ramadhan, Suharyadi menyebut peningkatannya tidak terlalu drastis. Berdasarkan pengalaman Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya, imbuh dia, peningkatan penggunaan air hanya terjadi pada jam-jam puncak saja. Dimana, di jam-jam tersebut kebutuhan air masyarakat memang sangat tinggi.

“Tingginya kebutuhan air biasanya jelang buka puasa dari jam 14.00 WIB sampai waktu Isya. Kemudian jam 02.00 WIB dini hari sampai waktu subuh. Jadi kalau kenaikannya saya rasa tidak terlalu signifikan, kecuali pada saat Idul Fitri,” ujar Suharyadi.

BACA JUGA: PDAM Tirta Jati Kesulitan Cari Sumber Air

Terkait tariff air, lanjut dia, bagi para pelanggan saat Ramadhan hingga Idul Fitri tidak ada penurunan. Sebab, soal tarif sudah ditentukan dalam peraturan bupati (Perbup). Namun, upaya peningkatan pelayanan agar tidak ada gangguan dan lainnya, akan terus dilakukan.

“Untuk harga atau tarif di bulan Ramadhan kita mengacu kepada Perbup yang sudah ada, jadi kita tidak ada penurunan, tapi kita tingkatkan pelayanannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Suharyadi juga meminta kepada awak media untuk menginformasikan ke bagian pelayanan Perumda Tirta Jati jika mendapati pelanggan terkdendala dalam pelayanan yang diberikan Perumda Tirta Jati. Suharyadi memastikan, apapun informasi yang disampaikan awak media akan segera ditindaklanjuti. Hal itu dilakukan, tidak lain demi peningkatan mutu pelayanan Perumda Tirta Jati kepada pelanggan. (Joni/Islah)

Comment