by

MoU dengan BPIP, Rektor IAIN Cirebon: Tak Ada Celah dan Ruang Sedikit pun untuk Gerakan Radikalisme

CIREBON, SC- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar studium general dan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon di kampus setempat, Kamis (16/9/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, selain MoU juga ada beberapa hal yang dibahas dalam kesempatan tersebut.

Seperti, kata dia, terkait BPIP itu sendiri. Yaitu menyosialisasikan pikiran cerdas sehingga dapat memberikan pencerahan yang bisa diikuti mahasiswa di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, baik S1 maupun pascasarjana kampus setempat.

“Semuanya dibahas. Kemudian ada juga MoU terkait kegiatan tridharma perguruan tinggi yang disinergikan dengan BPIP,” jelasnya kepada Suara Cirebon di ruangan kerjanya, Senin (20/9/2021).

Untuk diketahui, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki rumah moderasi beragama. Di mana, kata Sumanta, kegiatannya sama dengan program yang dimiliki BPIP.

“Sama, intinya mengawal 4 pilar kebangsaan. Yaitu pancasila, UU Dasar 1945, kemudian NKRI, dan bhineka tunggal ika,” paparnya.

Rumah moderasi tersebut, lanjut Sumanta, telah dibentuk dan di-launching pada tahun 2020 lalu oleh Menteri Agama saat itu, Jenderal TNI Fachrul Razi SIP SH MH. Bahkan, Menteri Agama sebelumnya, yaitu Lukman Hakim Saifuddin juga hadir sebegai narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Kita sudah punya itu. Harapannya tentu saja, mahasiswa khususnya dan secara umum Civitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon bisa mengawal 4 pilar kebangsaan,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Sumanta, mereka juga diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai pancasila, baik di lingkungan masyarakat kampus maupun lingkungan yang lebih luas.

Bahkan, terang rektor, pihaknya juga telah membuat rancangan untuk membentengi kampus dari kegiatan radikalisme. Seperti dari sisi konten.

“Mata kuliah di perguruan tinggi Islam, khususnya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu sudah komprehensif dalam memberikan materinya dari berbagai macam disiplin keislaman, sehingga sulit sekali untuk masuk di situ,” tuturnya.

Pasalnya, Sumanta menegaskan, pihaknya juga telah mengantisipasi ajaran-ajaran parsial yang dapat menggerakan mahasiswa unatuk berbuat radikal.

“Jadi kita sudah mengantisipasi itu. Kemudian kita juga dengan kegiatan mahasiswa, rumah moderasi beragama, rumah pancasila sudah membuat komitmen untuk menahan lajunya gerakan radikalisme. Sehingga kita tidak memberikan celah dan ruang sedikitpun gerakan tersebut masuk di kampus ini,” tandasnya. (Arif)

Comment