by

Perkenalkan Program MASBro, Bukti Nyata BBWS Respek

KUNINGAN, SC- Sebagai bentuk kepedulian akan berbagai permasalahan di daerah yang termasuk wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, dengan meluncurkan program Manajemen Alokasi Penyebaran Bronjong (MASBro). Melalui program MASBro tersebut, nantinya material banjir akan dialokasikan ke masing-masing wilayah.

Hal tersebut diutarakan Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Ismail, dalam agenda kunjungan kerjanya di Bendungan Cikeusik, Kuningan, (17/2/22).

Dalam kesempatan tersebut Ismail memperkenalkan program unggulan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, yakni program MASBro. Menurutnya program ini, dinilai lebih cerdas dalam mengalokasikan material banjir, lanjutnya, di gudang BBWS banyak material banjiran bronjong style ada alat-alat berat yang sebelumnya semuanya menumpuk di gudang menunggu ada permintaan baru dialokasikan.

BACA JUGA: Pejabat BBWS Dinilai Tak Elok

Nah, MASBro ini kita lebih proaktif dan dinamis kita indentifikasi kebutuhan kritisnya di masing-masing wilayah, dan tidak sekadar mengatasi tapi kita juga sebarkan ke lokasi-lokasi tersebut,” ujarnya kepada awak media.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang ada, daerah yang sudah diindentifikasi melalui program MASBro, untuk Kabupaten Cirebon 129, dan kota Cirebonnya 10 titik, memang wilayah Cirebon itu yang paling banyak karena karena hilirnya, kemudian di Majalengka ada 49 titik, di Kuningan sendiri ada 32 titik, di Sumedang baru ada 10 titik, jadi kurang lebih ada total 335 titik yang hari ini tadi. 

Saat disinggung upaya meminimalisir potensi banjir di Cirebon timur, maupun banyaknya proposal dari daerah yang lama tidak direalisasikan pihal BBWS, Ismail mengatakan BBWS memang punya rencana beberapa bendungan, salahsatunya bendungan Cipanundaan, yang lokasinya ada di Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA: Bupati Cirebon, Imron: Pemerintah Pusat Harus Turun Tangan Tangani Banjir Cirebon Timur

Dia berharap bisa segera direalisasikan, itupun kalau memang semuanya positif ke arah ingin membangun, dalam hal ini BBWS akan mengoptimalkan sesuai kemampuan baik dokumen desainnya maupun dokumen lingkungan.

“Ya kalau pastinya, tergantung anggaran itu muncul, kami BBWS terus mengupayakan pengajuannya,” tandasnya.

Lebih lanjut Ismail menyampaikan pengajuan yang masuk ke BBWS itu sangat banyak jumlahnya, di bulan September 2021saja ada sekitar 7000 lebih permohonan masuk. Sehingga melalui program MASBro itu nanti akan lebih efektif, nanti akan diindentifikasi, terkait permohonan yang masuk, dan memetakan sesuai kebutuhan.

BACA JUGA: Warga Sebut Pejabat Cuma Obral Janji, Banjir Cirebon Timur Terjadi Berkali-kali tanpa Pernah Ada Solusi Pasti

Dijelaskan, tidak semua permohonan yang masuk membutuhkan material, bahkan ada yang hanya membutuhkan pengerukan tanah ada juga yang membutuhkan penanganan alat  berat dan maupun pembronjongan, nanti itu kita programkan.

Menyikapi hal tersebut, permohonan dari daerah kerja BBWS Cimanuk-Cisanggarung pastinya akan terlayani, karena BBWS sudah membangun sinergitas yang baik dengan semua pihak. 

“Artinya, BBWS selama ini bukannya  tidak respek terkait permasalahan di lapangan, dan ini dapat dibuktikan di tahun ini saja ada perbaikan saluran sepanjang 73 km, ini jelas bahwa BBWS dengan berbagai program dan kewenangannya yang ada, sangat memahami yang menjadi permasalahan di desa,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemprov Jabar Didesak Atasi Banjir di Cirebon Timur

Diterangkan, BBWS ini punya tim siaga gerak cepat antisipasi bencana, dan di masing-masing wilayah punya koordinator, yang bertugas memonitor perkembangan titik kritis di wilayahnya dan selanjutnya  mendistribusikan material-material banjiran yang dialokasikan.

Ismail pun menjelaskan sejarah bendungan Cikeusik, menurutnya bendungan Cikeusik, di Kabupaten Kuningan ini dibangun saat zaman Kolonial, dan merupakan salah satu bendungan tertua di Indonesia, Karena menurut sejarah di tahun 1700-an sudah ada daerah irigasi dari sungai ini secara tradisional.

Kemudian Kolonial mewujudkannya menjadi satu bentuk bendungan yang dinamakan Bendungan Cikeusik, dan diresmikan di tahun 1890. “Baru di tahun 2021, Bendungan Cikeusik ini, kami perbaiki besar-besaran,” imbuhnya.

BACA JUGA: Bupati Cirebon Curhat Soal Banjir ke Gubernur

Dirinya berharap khususnya warga Cikeusik maupun warga  sepanjang aliran sungai Cisanggarung, karena harus disadari ini dibangun dengan harga yang mahal, untuk bersama-sama menjaga khususnya

salurannya, sekarang kita lihat sudah relatif bersih tidak ada sampah, dan ini tidak lepas pihaknya aktif mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini dapat dijaga, dan masyarakat pun tidak membuang sampah di sepanjang aliran sungai,” harapnya.

BACA JUGA: Anggota DPR RI, Hero: Banjir Cirebon Timur Tanggung Jawab Kementerian PURP

Selain itu Ismail menjelaskan terkait adanya jembatan yang membentang di bendungan Cikeusik ini,  sebenarnya itu bukan untuk jembatan perlintasan, dan warga harus menyadari di situ ada peringatan batasan kapasitas tonasenya. “Mari kita rawat dan jaga bersama sama, Bendungan Cikeusik ini,” pungkasnya. (Baim)

Comment