by

Waspada! DKPPP Kota Cirebon Periksa Kandungan Bahan Pangan

KOTA CIREBON, SC- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon melakukan pemeriksaan kandungan sejumlah bahan pangan yang berada di pasaran. Sejumlah bahan pangan yang diperiksa kandungannya meliputi, daging, ikan, hingga buah-buahan.

Kepala DKPPP Kota Cirebon, Yati Rohayati mengatakan, pemeriksaan kandungan dilakukan pada bahan-bahan yang kerap dikonsumsi masyarakat.

“Sebelumnya kita lakukan pemeriksaan menjelang Ramadhan. Sekarang kita lakukan lagi, karena banyak permintaan dan peningkatan peredaran bahan pangan jelang Idulfitri,” kata Yati usai melakukan pemeriksaan bahan pangan di Pasar Kanoman dan Yogya Junction, Selasa (26/4/2022).

BACA JUGA: Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Dini, Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Banyak dan Terjangkau

Menurut Yati, petugas pangan melakukan uji kandungan formalin dan pondus hydrogenii (pH) menggunakan metode rapid test pada setiap sampel bahan pangan.

“Beberapa bahan pangan jenis buah-buahan yang diperiksa seperti apel, jeruk, pir, hingga anggur,” katanya.

Jenis buah-buahan yang dites kandungannya, menurut dia, adalah yang sering dipilih untuk parcel Lebaran. Sedangkan ikan yang diperiksa, yakni bandeng, salem, hingga udang.

“Kami on the spot melakukan pemeriksaan di lokasi. Hasilnya tidak ada kandungan formalin di setiap bahan pangan yang diperiksa. Termasuk pH juga normal semuanya. Jadi aman dikonsumsi,” jelas Yati.

BACA JUGA: Jual 90 Ton Gabah, Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon Akhirnya Ditahan

Pada pemeriksaan kali ini, sambung Yati, petugas pangan juga menemukan adanya kesalahan sembelihan pada ayam yang sudah dikemas. Sehingga pihaknya meminta untuk menarik produk tersebut.

“Masih ditemukan di dua lokasi, ayam hasil sembelihan belum terputus tiga saluran pernapasan di leher ayam. Karena kalau tidak terputus maka tidak halal dan bisa disebut bangkai,” terangnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih jeli saat membeli ayam sembelihan. “Mungkin kurang hati-hati dan banyak permintaan. Karena saat pemeriksaan sebelum bulan Ramadhan tidak ditemukan sembelihan yang seperti ini,” tandasnya. (Surya)

Comment