SUARA CIREBON – Israel terus membobardir wilayah Gaza. Negeri Bangsa Yahudi itu sepertinya memenuhi janjinya membungihanguskan setengah wilayah Gaza seperti diungkapkan dalam Deklarasi Perang terhadap Hamas.
Tak terhitung gedung bertingkat dan pemukiman warga, apartemen dan perkantoran warga sipil yang dihancurkan dengan bom-bom Israel.
Tidak hanya dengan pesawat, aksi pemboman terhadap Gaza juga disebut sebagai perang dengan sandi Operasi Pedang Besi ini dilakukan Israel dengan rudal-rudal jarak pendeknya.
Jumlah warga sipil Gaza, Palestina yang tewas belum dirinci. Namun diperkirakan terus bertambah seiring hancurnya infrastruktur dan komplek-komplek pemukiman warga sipil.
“Ini baru tahap permulaan. Akan ada reaksi balasan kami yang berlipat-lipat,” tutur juru bicara militer Israel, Laksamana Daniel Hagari.
Pada saat bersamaan, militan Hamas juga masih terus melancarkan serangan ke wilayah Israel dengan menembakan roket-roket dari wilayah perbatasan secara tersembunyi dan sporadis.
Bahkan juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaida menyatakan, pihaknya akan terus membalas serangan Israel.
Hamas juga mengancam akan mengeksekusi satu per satu warga sipil yang disandera setiap ada penyerangan Israel ke Gaza.
“Kami akan mengeksekusi sandera warga sipil untuk setiap serangan Israel ke Gaza,” tutur Abu Ubaida.
Hamas dalam penyerangan kilat (blitkrieg) Sabtu 7 Oktober 2023 ke wilayah Israel telah menyandera sedikitnya 100 warga Israel baik sipil maupun militer.
Bahkan militan Hamas menculik dan menyandera jendral bintang dua Israel, Mayjen Nimrod Aloni serta sejumlah perwira militer Israel lainnya.
Tidak dijelaskan dimana para sandera disembunyikan oleh Hamas. Namun diduga disekap di sebuah tempat tersembunyi di lorong bawah tanah yang selama ini menjadi markas perlawanan Hamas terhaap Israel.
Hamas melancarkan serangan kilat atau blitzkrieg melalui taktik multifront lewat darat, laut dan udara dengan menembakan ribuan roket ke wilayah Israel selatan.
Ribuan militan Hamas masuk ke perbatasan Israel, selain menjebol pagar, juga melalui udara dengan menggunakan paralayang yang tidak terdeteksi radar dan sama sekali tidak terduga oleh pasukan Israel yang berjaga-jaga di perbatasan.
Selain tentara Israel, militan Hamas juga menembaki warga sipil yang ditemui di setiap tempat yang diduduki.
Bahkan ada militan Hamas yang melepaskan rentetan tembakan ke arah massa warga sipil Israel yang sedang menonton sebuah festival musik, termasuk yang sedang berlibur di areal pantai.
Kekinian, Israel mengatakan ada 900 warga sipil yang tewas akibat serangan Hamas pada Sabtu 7 Oktober 2023, dan sedikitnya 100 lainnya masih dalam perawatan.
Sampai Selasa 10 Oktober 2023, perang terus berkecamuk. Israel bahkan telah mengaktifkan tiga ratusa ribu tentara cadangannya.
Ribuan tentara Israel telah menuju ke selatan untuk membantu pasukan lainnya mengepung Gaza dan melakukan penyerangan.
Ada isyarat, Israel akan mengerahkan infanterinya untuk perang darat. Ini menjadi alamat, akan lebih mengerikan penderitaan yang dialami warga sipil.
Terutama masyarakat Palestina yang mendiami Gaza yang kini telah diblokade tanpa jaringan listrik, gas, makanan dan air bersih.
“Balasan kami akan membuat mereka menyesal selama bergenerasi-generasi,” demikian juru bicara pasukan pertahanan Israel, Letkol Jonathan Conricus.
Conricus mengungkapkan suasana kebathinan Israel akibat serangan Hamas yang sangat mematikan tersebut.
“Belum pernah ada begitu banyak warga sipil Israel yang tewas dalam satu hari serangan,” tuturnya.***
Caption Foto:
Gaza Palestina luluh lantak diserang teroris Israel.***
Dapatkan update berita setiap hari dari suaracirebon.com dengan bergabung di Grup Telegram “Suara Cirebon Update”. Caranya klik link https://t.me/suaracirebon, kemudian join. Sebelumnya, Anda harus install dan daftar di aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



















