SUARA CIREBON – Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan terjebak di Israel dan Palestina sejak perang dimulai ketika militan Hamas menyerang Israel lewat sandi Badai Al Aqsa.
Ratusan WNI tersebut, kini terjebak di dua negara yang sedang berperang. Mereka tidak bisa keluar, baik dari Israel maupun dari wilayah Palestina.
Kementrian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu) memperoleh laporan, sedikitnya ada 275 WNI yang terjebak di zona perang Israel melawan Hamas di wilayah Gaza, Palestina.
Laporan sementara, ada 45 WNI yang berada di wilayah Palestina, terutama di Gaza yang menjadi medan perrempuran.
Dalam jumlah lebih banyak, tercatat sedikitnya 235 orang, merupakan WNI yang menjadi turis.
Para WNI itu tengah melakukan wisata religi ke sejumlah tempat di Palestina dan Israel ketika Hamas pertama kali menyerang wilayah selatan Israel, Sabtu dini hari, 7 Oktober 2023.
Direktur Perlindungan WNI di Menelu Indonesia, Judha Nugraha mengungkapkan keberadaan WNI yang terjebak di zona perang Israel – Hamas di Palestina dan Israel.
“Kita tengah membentuk kontingen untuk penyelamatan WNI yang terjebak di Palestina dan Israel. Ada 45 WNI di Palestina dan 235 WNI sedang wisata religi atau ziarah,” tutur Judha Nugraha.
Pemerintah Indonesia kini tengah mengupayakan kontak internasional untuk bisa mengevakuasi WNI di Palestina dan Israel.
Judha Nugraha juga telah meminta seluruh rencana perjalanan WNI ke Palestina dan Israel dibatalkan.
“Kita minta seluruh perjalanan ke Palestina dan Israel dibatalkan. Ini untuk penyelamatan semua,” tutur Judha Nugraha.
Sejauh ini, belum dijelaskan mengenai upaya teknis evakuasi WNI, terutama yang berada di wilayah Israel.
Pemerintah Indoesia akan menemui kesulitan karena tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel.
Operasi evakuasi ini berbeda ketika Kemenlu sukses mengevakuasi WNI yang berada di Ukraina ketika Rusia melakukan serangan.
Kontak diplomatik langsung ke Ukraina dan Rusia, membuat upaya evakuasi WNI yang terjebak di Ukraina mudah dilakukan dan berjalan lancar.
Operasi penyelamatan WNI di Israel ini tidak akan mudah. Selain tidak ada hubungan diplomatik, perang Israel – Hamas ini perang acak yang telah menjadikan warga sipil juga sebagai target serangan.
Berbeda dengan penyerangan Rusia ke Ukraina dimana tentara Rusia hanya menarget tentara dan fasilitas pasukan Ukraina, dan tidak menjadikan warga sipil sebagai target operasi militernya.***
Dapatkan update berita setiap hari dari suaracirebon.com dengan bergabung di Grup Telegram “Suara Cirebon Update”. Caranya klik link https://t.me/suaracirebon, kemudian join. Sebelumnya, Anda harus install dan daftar di aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



















