SUARA CIREBON – Penanganan stunting tidak hanya tugas dan tanggung jawab satu instansi saja, tetapi harus dilakukan bersama-sama dengan semangat dan niat yang sama.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni, usai rapat koordinasi (rakor) 40 kepala UPT P5A dengan Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, di kantor dinas setempat, Rabu, 5 Juni 2024.
Menurut Enny dalam rakor tersebut, sejumlah program yang sudah dilaksanakan oleh DPPKBP3A sampai Mei 2024 kemarin, dilakukan evaluasi. Beberapa kendala yang muncul dari hasil evaluasi tersebut kemudian disampaikan kepada Pj Bupati Cirebon.
Dalam rakor tersebut, pihaknya menyampaikan perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Cirebon dengan mencatat jumlah keluarga yang berisiko stunting.
Ia menerangkan, sejauh ini penanganan stunting yang dilakukan DPPKBP3A bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPT P5A) sudah dilakukan secara maksimal. Perangkat DPPKBP3A sudah bekerja sesuai dengan target yang ditetapkan.
“Arahan beliau (Pj Bupati, red), semangatnya harus sama, kemudian niatnya juga harus sama. Jadi pada saat ada masalah kita intervensi, kita lakukan bersama-sama. Jadi insyaallah sesulit apapun kalau kita bisa bersama-sama akan menjadi ringan dan berhasil,” kata Enny Suhaeni menjelaskan.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan proses pendirian UPTD PPA dan rumah aman berikut kendala yang dihadapinya. Kendala yang dihadapi dinasnya adalah kesulitan mendapatkan data ketika menggelar kegiatan skala nasional.
“Jadi kami mohon untuk penguatan pada saat kami dengan stakeholder yang lain, supaya tidak ada kesulitan,” kata Enny.
Sementara, Pj Bupati Cirebon, H Wahyu Mijaya mengatakan, rakor tersebut merupakan ajang silaturahmi dirinya dengan semua perangkat DPPKBP3A. Menurutnya, ada beberapa hal yang disampaikan pihak DPPKBP3A terkait progres, rencana dan beberapa kendala yang dihadapi.
“Kita menyampaikan berbagai hal tentang penanganan anak-anak dari mulai stunting yang datanya naik, anak-anak dari 0 sampai usia sebelum 18 tahun. Itu jadi perhatian supaya bisa fokus menangani berbagai kendala yang dihadapi anak-anak,” ujarnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















