SUARA CIREBON – Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) meninjau lokasi tumpukan sampah di Sungai Singaraja, Blok Kliwon Dusun 03, Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Rabu, 5 Juni 2024.
Pj Bupati Cirebon mengatakan, sampah yang menumpuk hingga menghambat aliran Sungai Singaraja tersebut, membutuhkan penanganan serius. Ia mengajak pihak BBWS Cimancis untuk turut serta menangani tumpukan sampah tersebut, dengan menerjunkan alat berat.
“Kita bersama-sama menangani kondisi Sungai Singaraja ini yang alirannya terhambat akibat tumpukan sampah. Kalau tadi hitung-hitungan di sini (panjang tumpukan sampah, red) sekitar 43 m. Insyaallah hari ini (kemarin, red), alat kita turunkan dari BBWS,” kata Wahyu Mijaya, saat ditemui di lokasi tumpukan sampah.
Menurut Wahyu, sampah-sampah itu nantinya akan diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Pihak DHL, lanjut Wahyu, akan menerjunkan armadanya ke lokasi untuk mengangkut sampah-sampah yang jumlahnya mencapai puluhan ton tersebut.
“Pengangkatan sampah akan dimulai Kamis besok (hari ini, red) oleh armada DLH,” ujarnya.
Ia mengingatkan, akses armada pengangkut sampah harus dipastikan tidak terhambat, agar sampah tersebut bisa langsung teratasi. Nantinya, sampah-sampah itu akan diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Kubangdeleg.
Untuk mengantisipasi aliran sungai tidak terhambat banyaknya sampah, ke depan BBWS Cimancis akan memasang trash trap river atau penangkap sampah sungai.
“Ke depan saya minta BBWS memasang trash trap bukan saja di Sungai Singaraja, tapi juga di beberapa lokasi lainnya sesuai dengan ketersediaan alat yang ada di BBWS. Sehingga nantinya sampah yang ada di aliran sungai akan lebih mudah diangkut,” ungkapnya.
Agar serupa tidak terulang kembali, Wahyu menyebut perlu ada dukungan dari masyarakat itu sendiri. Salah satunya, mengubah perilaku masyarakat dengan tidak membuang sampah ke sungai.
Kemudian agar masyarakat juga membiasakan dengan mengurangi jumlah sampah rumah tangga dengan cara melakukan pemilahan.
“Untuk sampah organik itu kan bisa diselesaikan di rumah tangga, dengan demikian sampah yang yang diangkut ke TPA sampah bisa lebih sedikit. Kemarin, kami juga sudah sampaikan ke para camat, untuk disampaikan ke warga supaya tidak membiasakan membuang sampah ke sungai,” tandasnya.
Sementara itu, Kuwu Pengarengan Kecamatan Pangenan, Carsadi, mengaku bersyukur, Pemkab Cirebon dan pihak BBWS tanggap dan merespons kondisi Sungai Singaraja yang dipenuhi sampah.
“Kami atas nama masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga sampah yang menumpuk ini bisa langsung dieksekusi. Kami mengimbau agar masyarakat khususnya warga Pengarengan untuk tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















