SUARA CIREBON – Jebakan tikus elektronik yang masih dipasang oleh petani di Kabupaten Indramayu Kembali menelan korban.
Meski sudah ada pelarangan, namun tidak dihiraukan oleh petani. Penggunaan jebakan tikus elektronik masih dipasang oleh petani di Indramayu.
Informasi yang diperoleh, Senin 12 Agustus 2024, seorang di Desa/Kecamatan Gabuswetan, Indramayu ditemukan tewas setelah terkena setrum dari jebakan tikus elektronik yang memiliki aliran listrik cukup tinggi.
Petani berinisial Tarka (30 tahun), ditemukan tewas pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB, 11 Agustus 2024.
Saat ditemukan, mayatnya terlentang di sawah. Setelah diperiksa, tubuh bagian belakangnya menindih kawat beraliran listrik dari jebakan tikur elektronik yang terpasang di sawahnya sendiri.
Warim (52 tahun), petani yang pertama melihat tubuh Tarka tergeletak di sawah. Ia hendak mengairi sawahnya namun saat berkeliling di area persawahan, kaget bukan kepalang.
Melihat ada tubuh tergeletak tidak di sawah yang ternyata tetangganya. Saat dievakuasi, sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Meninggal terkena setrum dari jebakan tikus elektronik yang dipasang sendiri,” tutur Warim.



















