SUARA CIREBON – Partai Golkar dan PKB memastikan tidak lagi berada dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus pada Pilkada Kabupaten Cirebon tahun 2024 ini.
Keputusan itu diambil, usai KIM plus yang sebelumnya digawangi Partai Gerindra, Golkar dan Partai Demokrat plus PKB serta PKS itu memutuskan mengusung pasangan Hj Wahyu Tjiptanigsih (Ayu)-H Solichin sebagai bakal calon bupati dan calon wakil bupati Cirebon yang akan didaftarkan ke KPU.
Atas keputusan yang diambil PKB dan Golkar tersebut, pasangan yang menggunakan tagline Wali (WAhyu-soLIchin) tersebut, hanya diusung tiga partai politik yakni Partai Gerindra, Demokrat dan PKS.
Sementara PKB dan Golkar dipastikan membuat poros baru dan menyiapkan bakal calon bupati dan calon wakil bupati Cirebon untuk didaftarkan ke KPU.
Saat dihubungi Suara Cirebon, Ketua Desk Pilkada DPD Golkar Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, membenarkan, pihaknya menarik diri dari KIM plus. Namun, Anton enggan menceritakan alasan partainya keluar dari KIM.
“Sudah diputuskan kami (Golkar, red) sudah selesai dengan KIM. Dan kami sudah sepakat untuk membangun koalisi dengan PKB,” ujar Anton, Rabu, 28 Agustus 2024.
Golkar, menurut Anton, sudah menyiapkan kader terbaiknya untuk menghadapi Pilkada serentak nanti. Sosok yang akan diusung Golkar adalah Dia Ramayana. Sedangkan untuk calon yang akan diusung oleh PKB, Anton menyerahkan sepenuhnya kepada PKB.
“Kalau PKB jadi kewenangan PKB, silakan konfirmasi ke PKB. Tapi siapa yang akan didaftarkan nanti, kemungkinan malam ini sudah ada kejelasan,” tutupnya.
















