SUARA CIREBON – Pengacara Pegi Setiawan, Tony RM mengaku cemas dengan hasil putusan sidang PK (Peninjauan Kembali) terhadap delapan teridana kasus Vina Cirebon.
Tony RM merasa cemas. Ia khawatir, meski sepanjang sidang PK fakta telah terungkap sangat telanjang dan gamblang, pada akhirnya hakim agung di Mahkamah Agungh (MA) tidak membuat putusan yang sesuai dengan kebathinan masyarakat terhadap kasus Vina Cirebon.
“Saya cemas, bahkan khawatir terhadap putusan sidang PK oleh para hakim agung di MA,” tutur Tony RM pada Senin malam, 7 Oktober 2024.
Tony RM mengakui, dalam sidang PK, hakim di Pengadilan Negeri atau PN Kota Cirebon beriskap sangat terbuka dan akomodatif terhadap pemohon, yakni para terpidana kasus Vina cirebon.
“Betul. Kalau lihat sidang PK, hakim sangat terbuka. Lebih akomodatif terhadap pemohon. Lebih welcome terhadap pengacara termohon,” tutur Tony RM.
Namun tetap saja, Tony RM mengaku menyimpan kekhawatiran, dan bahkan kecemasan terhadap hasil akhir sidang PK olehpara hakim agung di MA.
Menurut Tony RM, sikap hakim PN Kota Cirebon yang terlihat terbuka dan akomodatif terhadap pemohon, bisa saja itu gimmick.
“Kan bisa saja itu gimmick. Karena hakim ketakutan, terutama terhadap tekanan netizen,” tutur Toni RM.



















