Selasa, September 8, 2026
No Result
View All Result
Suara Cirebon
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
Suara Cirebon
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Nasional

Kasus Guru Honorer Mirip Kasus Vina Cirebon, Penyidik Diduga Minta Supriyani Akui Aniaya Anak Polisi

Rakisa by Rakisa
Rabu, 23 Oktober 2024
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Kasus Guru Honorer Mirip Kasus Vina Cirebon, Penyidik Diduga Minta Supriyani Akui Aniaya Anak Polisi

Guru honorer, Supriyani, memberikan keterangan pers terkait kasus yang menimpanya.* (Foto: Tangkapan layar Facebook La Ode Darlan)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUARA CIREBON – Kasus guru honorer Supriyani di SDN Baito, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, mirip kasus Vina Cirebon. Dari dua kasus ini, penyidik diduga sama-sama meminta orang yang dijadikan tersangka mengakui perbuatannya.

Dari penuturannya, Supriyani diminta mengaku menganiaya siswa anak polisi oleh penyidik, hingga pengakuan itu jadi dasar penyidikan dalam status tersangka penganiayaan.

Supriyani mengaku diminta oleh seorang penyidik di tingkat Polsek Baito untuk mengakui perbuatannya, menganiaya siswa yang merupakan anak seorang anggota polisi dengan jabatan kepala unit atau kanit intelkam Polsek Baito.

“Iya (disuruh mengaku di Polsek Baito), terus jadi tersangka,” tutur Supriyani.

Dalam kasus ini, juga terjadi kejanggalan dalam isi Berita Acara Pemrikksaan (BAP). Disebutkan Supriyani menganiaya siswa anak polisi itu pada pukul 10.00 WTTA (Waktu Indonesia Tengah).

Padahal, menurut penjelasan Kepala Sekolah SDN Baito, seperti dituturkan kuasa hukum Supriyani, Andre Darmawan, pukul 10.00 WITA, para siswa sudah pulang sekolah.

“Di BAP disebutkan Supriyani memukul dengan pakai sapu lidi satu kali pukul 10.00. Padahal penjelasan Bu Lilis (kepala sekolah), pukul 10.00 anak-anak sudah pada pulang. Jadi Supriyani memukul anak siapa karena semua anak sudah pada pulang sekolah,” tutur Andre Darmawan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), berdasar keterangan dalam BAP, disebutkan kebiasaan guru SDN Baito jika anak-anak pulang sekolah, mereka membersihkan kelas.

“Supriyani juga sama, ikut membersihkan kelas. Jika anak-anak sudah pada pulang, tapi dia dituduh menganiaya, terus anak siapa yang dianaya, soalnya sudah pada pulang,” tutur Andre.

Kejanggalan lainnya, pada saat penganiayaan yang dituduhkan sesuai dakwaan JPU dan BAP kepolisian, siswa anak polisi itu kelas IA. Sedangkan Supriyani saat itu sedang mengajar di kelas IB.

“Waktu kejadian (disebut sebagai penganiayaan sesuai tuduhan polisi) saya sedang mengajar di kelas saya di 1B. Sedang si siswa (anak polisi yang dituduhkan dianiaya), itu kelas 1A,” tutur Supriyani.

Supriyani menceritakan, ketika dirinya dituduh menganiaya si siswa, ia bersama kepala desa memang datang ke rumah Kanit Intelkam Polsek Baito, orang tua siswa.

Maksud kedatangannya, ia meminta maaf supaya masalahnya tidak menjadi panjang. Namun Supriyani tidak mengira bahwa permintaan maaf itu yang dijadikan dasar polisi sebagai pengakuan bersalah dan menetapkan tersangka sampai kemudian ditahan.

“Maksud saya datang untuk minta maaf supaya masalahnya tidak panjang. Saya tidak tahu malah terus dilaporkan.Saya tidak pernah melakukan penganiayaan seperti dituduhkan,” tutur Supriyani.

Terungkap, kasus ini sebenarnya sudah terjadi lama. Bahkan peristiwanya pada bulan April 2024 lalu. Hanya saja, kini menjadi viral dan disorot masyarakat. Setelah ditetapkan tersangka dan ditahan, kasusnya sudah bergulir di persidangan.

Kasus ini berawal dari siswa yang pulang ke rumah pahanya terlihat ada bekas luka di bagian paha belakang. Ibu siswa sempat menanyakan ke anaknya soal luka tersebut.

Si siswa yang masih kelas 1 SDN Baito menjawab luka karena jatuh dengan ayahnya yang seorang anggota polisi. Si ibu lalu tanya ke suaminya soal luka anaknya itu.

Berita Terkait

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Dirasakan Warga Kabupaten Cirebon

Senin, 7 September 2026
Aicis Uin Siber Cirebon

Pendaftaran AICIS Plus 2026 UIN Siber Cirebon Diperpanjang hingga 9 September

Selasa, 1 September 2026
Pwi Pusat

Ketua PWI Pusat Dorong Penguatan Modal Ventura untuk Startup dan UMKM

Kamis, 20 Agustus 2026
Pendaki 16 Tahun Jatuh Ke Kawah Gunung Slamet, Jenazah Berhasil Dievakuasi

Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Jenazah Berhasil Dievakuasi

Rabu, 19 Agustus 2026

Anggota polisi itu membantah pernah jatuh dengan si anak. Sejak itu, muncul keheranan dari kedua orang tua si siswa.

Setelah menanyakan, muncul pengakuan si siswa kalau luka itu karena dipukul “Mamahnya Alfa” (Supriyani,guru honorer di SDN Baito). Orang tua si siswa lantas tidak terima dan langsung membuat laporan polisi. Sejak itu, kasus ini bergulir.

Supriyani dipanggil ke Polsek Baito, kemudian setelah diminta mengakui perbuatannya, ditetapkan sebagai tersangka, ditahan dan kini menjalani proses persidangan sebagai terdakwa.***

Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.

Tags: AnakAnak PolisiCirebonGuruGuru HonorerHonorerKasus Vina CirebonPenyidikPolisiVina
Rakisa

Rakisa

Berita Terkait

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Cirebon

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Dirasakan Warga Kabupaten Cirebon

by Islahuddin
Senin, 7 September 2026
Aicis Uin Siber Cirebon
Cirebon

Pendaftaran AICIS Plus 2026 UIN Siber Cirebon Diperpanjang hingga 9 September

by Arif Rahman
Selasa, 1 September 2026
Pwi Pusat
Ekonomi Bisnis

Ketua PWI Pusat Dorong Penguatan Modal Ventura untuk Startup dan UMKM

by Islahuddin
Kamis, 20 Agustus 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023
Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis Atau Diabetes

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023
Bkpsdm Kabupaten Cirebon Segera Panggil Oknum Pns Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen Pppk

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026
Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023
Foto: Forum Osis Jabar - Suara Cirebon

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir Di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, Dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Link Tayangan Ulang Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus Dan Yayat Intai Penghianat, Hp Ajun Dijambret Oo

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon Amin Ditangkap Kejaksaan

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Kebakaran Di Cirebon

Gudang Jamur Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah dan Gudang Mebel

Senin, 7 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau

BPBD Kota Cirebon Imbau Warga Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026
Kabid Ketersediaan, Kerawanan Dan Distribusi Pangan Dkpp Kabupaten Cirebon, Moch Muslih Saat Memberikan Keterangan Pers Terkait Penemuan 196 Karung Beras Bantuan Pangan Di Sebuah Rumah Di Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Senin, 7 September 2026.

Asal-usul 196 Karung Beras Bantuan Pangan di Rumah Warga Waled Diselidiki

Senin, 7 September 2026
Wali Kota Cirebon Effendi Edo Saat Melantik 26 Pejabat Administrator Dan Pejabat Pengawas Di Lingkungan Pemkot Cirebon Di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Senin, 7 September 2026.

26 Pejabat Eselon III dan IV Pemkot Cirebon Dilantik

Senin, 7 September 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.