SUARA CIREBON – Batu pijar seukuran raksasa dengan lebar mencapai sekitar 13 meter terlontar dari erupsi Gunung Api Lewotobi Laki laki.
Batu pijar raksasa dengan suhu ribuan derajat ini, terlontar dari dalam perut Gunung Api Lewotobi Laki laki sejauh 4 kilometer dari puncak gunung api di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lontaran batu pijar seukuran raksasa ini sangat membahayakan. Sebab jika jatuh di pemukiman penduduk bisa menelan banyak korban jiwa.
Bahaya lontaran batu pijar raksasa dari erupsi Lewotobi Laki Laki menyusul temuan tim PVMBG (Penelitian Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).
PVMBG menemukan keberadaan lubang dengan diameter mencapai 13 meter, dan kedalaman 4 meter yang diduga kuat dari lontaran batu pijar raksasa.
Lobang besar itu ditemukan di Desa Klatanlo, yang berjarak hanya 4 kilometer dari kawah utama Gunung Api Lewotobi Laki Laki.
Lubang tersebut dipastikan terbentuk akibat jatuhan dari lontaran batu pijar vulkanik saat terjadi erupsi Lewotobi Laki laki.
Temuan ini sangat mengejutkan. Ini menjadi menjadi dasar agar wilayah yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) harus dikosongkan bahkan secara permanen.



















