SUARA CIREBON – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah menggalakkan vaksinasi dengue dosis lengkap guna menekan angka Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam menghadapi musim penghujan tahun ini.
Vaksin DBD dinilai penting karena mengandung virus dengue yang telah dilemahkan, sehingga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi. Sayangnya, saat ini vaksin DBD masih berbayar sehingga hanya kalangan tertentu saja yang dapat memanfaatkan vaksin tersebut.
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Dendi Hamdi, mengatakan, sebenarnya Dinkes membutuhkan vaksin tersebut, mengingat Kabupaten Cirebon merupakan daerah endemis DBD. Terlebih, kasus DBD tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Kita butuh vaksin DBD karena kasusnya meningkat tahun ini,” ujar Dendi Hamdi, Senin, 11 November 2024.
Dendi mengatakan, vaksin dengue bermanfaat untuk mengurangi keparahan gejala DBD, mengurangi risiko terkena DBD hingga membantu mengendalikan penyebaran penyakit di masyarakat.
“Kalau untuk memutus mata rantai (DBD, red) sih mudah, tapi yang susah itu mengubah perilaku warga,” kata Dendi.
Menurut Dendi, vaksin DBD merupakan satu dari tiga pendekatan yang dilakukan Dinkes dalam menekan angka kasus DBD di Kabupaten Cirebon. Hanya saja, saat ini pelaksanaan vaksinasi DBD belum dikover oleh pemerintah. Sehingga, produsen vaksin tersebut masih menjual langsung dengan harga Rp500.000 sampai Rp800.000 untuk satu dosis.
“Vaksin DBD itu harus dua dosis. Jika ada masyarakat yang butuh (vaksin DBD, red) kita bisa fasilitasi, harganya Rp500 sampai Rp800 ribu untuk satu dosis,” paparnya.



















