SUARA CIREBON – KONI Kabupaten Cirebon menyiapkan bonus untuk para atlet dan pelatih yang berlaga di PON Aceh-Sumut kemarin sebesar Rp155 juta. Nilai bonus tersebut bakal diberikan pada awal tahun 2025 setelah anggaran dicairkan.
Pemberian bonus tersebut sebagai upaya Pemkab Cirebon memanjakan para atlet berprestasi agar tidak “lari” ke luar dari Kabupaten Cirebon. Ketua KONI Kabupaten Cirebon Sutardi Raharja mengatakan, atlet Kabupaten Cirebon yang bakal mendapat bonus sebanyak 6 orang.
Keenam atlet tersebut berpretasi di cabor menembak, gulat, silat, atletik hingga sepakbola dengan meraih medali emas, perak, dan perunggu di ajang PON kemarin.
“Ada 13 atlet dan 2 pelatih Kabupaten Cirebon yang masuk PON. Dari jumlah 13 atlet itu, yang mendapatkan medali ada 6 orang. Jadi, ada yang mendapat emas, perak, dan perunggu,” kata Sutardi Raharja, Selasa, 12 November 2024.
Untuk atlet yang mendapatkan medali emas, kata Sutardi, akan mendapat bonus uang tunai sebesar Rp 30 juta. Sedangkan atlet peraih medali perak mendapat bonus Rp 15 juta, dan peraih medali perunggu sebesar Rp10 juta.
Menurut Sutardi, pemberian bonus tersebut sebagai bentuk perhatian Pemda dalam hal ini KONI agar nantinya para atlet tidak “lari” ke luar. Karena bagaimanapun upaya yang dilakukan para atlet untuk meraih medali tidaklah mudah.
“Makanya KONI Kabupaten Cirebon menganggarkan Rp 155 juta tahun 2025 untuk pemberian bonus kepada atlet yang berprestasi pada PON kemarin. Kalau sekarang kan tidak ada anggaran,” kata Sutardi.
Ia menjelaskan, anggaran tahun ini hanya bisa mengcover untuk transportasi menuju lokasi PON Rp 3 juta per atlet. Selain itu, KONI juga memberikan saweran kepada para atlet peraih sejumlah medali tersebut.
















