SUARA CIREBON – Hasil perolehan suara Pilbup Cirebon di 40 kecamatan sudah keluar. Namun, dalam prosesnya diwarnai aksi walk out (WO) dari salah satu utusan pasangan calon (paslon).
Utusan yang WO tersebut ialah dari paslon Cabup-Cawabup Cirebon nomor urut 04, Mohamad Luhfi-Dia Ramayana.
Menindaklanjuti aksi WO pada saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Bupati atau Pilbup Cirebon 2024 ini, pasangan Luthfi-Dia pun resmi melaporkan dugaan kecurangan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Luthi hadir bersama dengan tim kuasa hukum pasangan nomor 4 Bahagia ke Kantor Bawaslu. Ia menjelaskan, kedatangannya untuk melaporkan terjadinya dugaan kecurangan pada proses pemungutan suara Rabu 27 Novemmber 2024 lalu.
Dalam laporan tersebut, Luthfi juga membawa sejumlah barang bukti soal dugaan kecurangan yang menurutnya berlangsung massif di banyak tempat.
“Kami juga bawa barang bukti Tindakan pelanggaran pidana pemilu dan berbagai kecurangan yang terkait dengan calon tertentu,” tuturnya.
Kedatangan Luthfi bersama tim hukumnya ke Bawaslu merupakan lanjutan dari aksi WO yang dilakukan saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara oleh KPU pada Rabu dan Kamis (4-5 Desember 2024).
“Kami lapor ke Bawaslu karena berbagai pelanggaran pidana pemilu dan kecurangan ini telah menciderai demokrasi di Kabupaten Cirebon,” tutur Luthfi yang juga mantan Ketua DPRD setempat.



















