SUARA CIREBON – Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya merasa prihatin atas kejadian ambruknya dua ruang SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon yang mengakibatkan tujuh siswanya menjadi korban.
Pasalnya, saat itu ketujuh siswa SMPN 1 Talun yang menjadi korban tersebut sedang mengikuti kegiatan remedial.
Dikatakan Wahyu, tujuh siswa yang menjadi korban saat kegiatan remedial ini terdiri dari empat laki-laki dan tiga perempuan.
Ia mejelaskan, semua siswa yang menjadi korban ambruknya dua ruang kelas SMPN 1 Talun tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medimas Kota Cirebon.
“Kami juga akan melihat kondisi mereka dan menanggung semua pengobatan semua siswa sampai selesai,” kata Wahyu saat meninjau lokasi ambruknya ruangan SMPN 1 Talun bersama Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, Selasa, 10 Desember 2024.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memprioritaskan pembangunan ruang yang ambruk tersebut. Sehingga, para siswa bisa melanjutkan belajar seperti biasanya.
“Kita akan konsultasikan dulu dengan aparat. Kalau sudah ada hasil komunikasi kami dengan aparat, kita akan coba alokasikan anggaran pergeseran sehingga atapnya bisa segera dilakukan perbaikan,” kata Wahyu.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan rapat pimpinan membahas ambruknya dua ruangan di SMPN 1 Talun tersebut.


















