SUARA CIREBON – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan percepatan penanganan darurat bencana hidrometeorologi basah di Jawa Barat melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
Modifikasi cuaca ini untuk mendukung penanganan darurat bencana yang berlangsung di Sukabumi dan Cianjur.
BNPB berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam OMC tersebut.
Sesuai arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M OMC di langit Jawa Barat ini menggunakan pesawat Cessna Caravan 208/208B dengan registrasi pesawat PK-SNP dan PK-SNN.
Jumlah personil yang dilibatkan untuk OMC Jawa Barat dan sekitarnya meliputi enam set crew, 12 Flight Scientist, dua Ground Supervisor dan 15 Ground Crew serta 50.000 kg (50 ton) bahan semai NaCl powder.
OMC telah dilakukan sebanyak tiga sorti pada hari Rabu 11 Desember 2024, menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B (PK-SNN) dan telah menyemai tiga ton NaCl powder di langit Jawa Barat.
Berikut jadwal OMC di Jawa Barat :
– Sorti pertama pada pukul 12.04 – 14.46 WIB
Target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jawa Barat pada ketinggian 10.000 sampai 11.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.
– Sorti kedua pada pukul 16.17 – 19.18 WIB
Target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jawa Barat dengan ketinggian 10.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.
– Sorti ketiga pada pukul 21.31 – 23.12 WIB
Target awan potensi hujan di bagian barat daya hingga barat laut Jawa Barat di ketinggian 10.000 kaki menggunakan 1.000 kg NaCl powder.
Tim operasi OMC terus berada di lokasi untuk mempersiapkan penyemaian di beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya turun hujan, sesuai pantauan satelit cuaca.
Pengurangan curah hujan ini dilaksanakan dengan melakukan penyemaian kepada awan awan potensial yang bergerak menuju daerah target agar bisa mengurangi suplly hujan di wilayah target.
Dengan penyemaian yang intens melalui metode Jumping Process di wilayah terdampak dapat diantisipasi curah hujan dengan redistribusi pada area lain melalui pemanfaatan awan potensial yang dapat memicu hujan dan mengancam area target.
Rencananya OMC dimulai hari Rabu dan akan dilakukan operasi penerbangan selama 24 jam (siang dan malam) dengan total bahan semai 50 ton NaCl powder.
Posko OMC didirikan di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















