SUARA CIREBON – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cirebon belum mendapat informasi yang dalam dan berimbang terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum anggota DPRD, berinisial MJ terhadap seorang Seles Promotin Girls (SPG), yang tengah viral di media sosial.
Pasalnya, meski MJ hadir memenuhi panggilan BK DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa, 10 Desember 2024 kemarin, namun memilih bungkam terkait dugaan kasus yang dilakukannya tersebut.
Ketua BK DPRD Kabupaten Cirebon, Yuki Eka Bastian, menuturkan, MJ pun enggan menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada Jumat, 6 Desember 2024 di ruangan Fraksi Demokrat, meski diminta BK untuk menceritakan.
Menurut Yuki, MJ beralasan belum mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai terlapor. Selain itu korban juga belum secara resmi melaporkan permasalahan tersebut kepada pihak BK.
“MJ enggan memberikan penjelasan kronologis awal mula kejadian hingga ramainya di media sosial. Yang bersangkutan berdalih yang ramai itu di medsos dan apa yang harus diklarifikasi sedangkan dirinya belum dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” ujar Yuki, Rabu, 11 Desember 2024.
Yuki pun mengaku kebingungan, karena pemanggilan MJ tidak membuahkan hasil. Meski demikian, pihaknya masih tetap menunggu kemungkinan pihak pelapor (korban, red) mengadu ke BK.
“Tujuannya, agar isu pelecehan seksual ini bisa klir. Ini kan belum pasti, kami juga menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian seperti apa. Karena BK itu sifatnya berkaitan dengan pelanggaran-pelanggaran kode etik, bukan persoalan hukumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon menegaskan menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, Memet Fathan Surahmat, mengatakan, bukti partainya menjunjung tinggi harkat perempuan, terlihat dari sejumlah perempuan yang menduduki jabatan strategis di Partai Demokrat.
“Salah satu buktinya, ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten dan Kabupaten Cirebon itu perempuan. Jadi Partai Demokrat sangat menghormati perempuan. Itu jelas,” kata Memet Fathan kepada wartawan, Rabu, 11 Desember 2024.
Terkait kasus yang dituduhkan seorang perempuan kepada anggota DPRD Kabupaten Cirebon berinisial MJ, Memet meyakini hal itu tidak pernah terjadi.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Cirebon itu menegaskan, kasus yang tengah ramai dan viral di media sosial tersebut, merupakan masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat.
Namun, sesuai dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat, DPC Partai Demokrat telah melakukan investigasi internal dan melaporkan hasilnya kepada DPP dan DPD, sebagaimana telah diumumkan melalui media sosial.
“Dalam hal ini, kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memproses tuduhan tersebut. Kedua belah pihak telah melaporkan kasus ini ke Polresta Cirebon, dan kami menghormati prosedur hukum yang berjalan,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















