SUARA CIREBON – Gerekan rakyat Indonesia menolak pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12 persen makin meluas.
Kini muncul kesadaran dari mahasiswa untuk menolak PPN 12 persen. Dimulai dari para mahasiswa di seluruh Kalimantan Tengah (Kalteng).
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Koordinator Wilayah (Korwil) Kalteng berencana turun ke jalan menolak pemberlakuan PPN 12 persen.
Mahasiswa, melalui BEM SI Korwil Kalteng akan berdemonstrasi menentang kebijakan PPN 12 persen yang rencananya bakal diberlakukan sejak tahun baru 1 Januari 2025.
BEM SI Kalteng mendesak Presiden RI Prabowo Subianto meninjau ulang, dan membatalkan rencana pemberlakuan PPN 12 persen.
“Kaji ulang dan batalkan PPN 12 persen. Ini akan sangat serius dampaknya bagi masyarakat,” tutur Korwil BEM SI Kalteng, David Benedictus Situmorang.
David mengungkapkan, tak hanya BEM SI se Kalteng, antar badan mahasiswa itu juga sudah saling kontak dengan BWM SI di berbagai wilayah provinsi termasuk di Pulau Jawa.
“Jika PPN 12 persen tidak dibatalkan, kami akan turun ke jalan secara serentak. Tidak hanya di Kalteng, tetapi juga di seluruh Indonesia,” tutur David.



















