SUARA CIREBON – Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon, Suhartono, optimistis capaian pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025 akan meningkat. Pasalnya, Bapanda mendapat tambahan pengelolaan dua pajak baru dari yang sebelumnya hanya mengelola 11 jenis pajak.
“Dengan tambahan dua pajak baru ini, artinya saat ini Bapenda mengelola 13 jenis pajak, tentu potensi pendapatan pajak daerah semakin besar. Dua pajak baru yang dikelola Bapenda adalah pajak Opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan Opsen BBNKB. Ini merupakan dana bagi hasil dengan Pemprov Jabar, dengan skema 66 persen untuk kabupaten dan 33 persen untuk provinsi,” ujar Suhartono, kepada Awak media, Kamis, 27 Februari 2025.
Menurutnya, target pendapatan daerah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Rata-rata pertumbuhan pajak dari 2021 hingga 2024 tercatat sebesar 9,16 persen. Untuk 2025, Bapenda menargetkan penerimaan pajak daerah mencapai Rp587,9 miliar.
Hingga 26 Februari 2025, realisasi penerimaan dari 13 pajak daerah telah mencapai Rp34,8 miliar atau 5,93 persen. Adapun target pajak tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp389,6 miliar.
Ia menjelaskan, target besar ini karena adanya tambahan jenis pajak baru. Opsen PKB ditargetkan menyumbang Rp118,7 miliar, sementara Opsen BBNKB Rp79,1 miliar.
“Meski ada tambahan jenis pajak baru. Semua potensi di sektor pajak tetap akan terus digenjot,” katanya.
Selain pajak kendaraan, Bapenda juga terus menggenjot sektor pajak lainnya, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa tenaga listrik.



















