SUARA CIREBON – Sebanyak sembilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah ditetapkan sebagai pemenang seleksi PNS Berprestasi.
Para pemenang akan diumumkan pada Agustus mendatang dan diikutsertakan dalam seleksi PNS Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala melalui Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Meilan Sarry Rumbino Rumakito, menyampaikan, kesembilan pemenang seleksi tersebut berasal dari tiga kategori yakni kategori Feature Leader sebanyak 3 orang, Inovatif 3 orang, dan kategori Inspiratif 3 orang.
Meilan menjelaskan, tiga kategori tersebut berasal dari semua jenjang, mulai dari administrator, pengawas hingga pelaksana. Selain mendapatkan reward dari BKPSDM dan diusulkan untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi, para pemenang seleksi PNS Berprestasi tingkat kabupaten ini juga mendapat tambahan poin yang bisa mendorong manajemen talenta dalam pengembangan karir melalui merit sistem.
“Ada beberapa keuntungan, di antaranya penambahan angka di boks talent satu poin untuk menduduki suatu jabatan, baik dalam proses mutasi maupun promosi,” ujar Meilan, Rabu, 11 Juni 2025.
Menurut Meilan, peserta seleksi PNS Berprestasi tahun ini terbilang cukup banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni mencapai 37 orang. Para PNS yang mengikuti seleksi ini, telah dinyatakan lolos dari seleksi sistem sosiometri yang digunakan oleh BKPSDM.
Ia menjelaskan, para peserta tersebut adalah PNS-PNS yang diusulkan oleh rekan-rekan kerjanya baik rekan atasan maupun bawahannya. Setelah mereka terpilih oleh rekan kerjanya masing-masing, kemudian BKPSDM menyebar link pilihan tersebut ke semua SKPD. Hingga akhirnya, muncul 37 nama yang telah dipilih oleh semua ASN di lingkup Pemkab Cirebon.
“Kenapa tahun ini agak banyak, karena hasil evaluasi kami di tahun-tahun sebelumnya, ketika ada seleksi PNS Berprestasi itu banyak sekali yang tidak percaya diri untuk ikut seleksi tersebut. Ada juga yang merasa tidak pantas, dan merasa malu. Akhirnya kemarin kami lakukan seleksi dengan memakai penilaian 360 atau sosiometri,” ujarnya.
















