SUARA CIREBON – Sekolah Rakyat (SR) di Kota Cirebon resmi memulai kegiatan berbarengan dengan hari pertama tahun ajaran baru 2025/2026, Senin, 14 Juli 2025.
Sekretaris Daerah (sekda) Kota Cirebon, H Agus Mulyadi mengatakan, sekolah yang dikhususkan bagi anak-anak dari masyarakat kurang mampu ini menampung 100 orang murid yang dibagi dalam dua rombongan belajar (rombel) untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Sebagai sekolah terintergasi, lanjut Sekda Agus, para murid di Sekolah Rakyat Kota Cirebon diwajibkan tinggal di asrama. Segala fasilitas dari mulai pakaian, buku pelajaran, makan dan sarana lainnya disediakan gratis oleh negara.
Agus mengatakan, Kota Cirebon terpilih menjadi salah satu daerah percontohan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, bersama 65 kabupaten/kota lain se-Indonesia.
“Secara khusus kita di Kota Cirebon menjadi salah satu dari 65 tempat di Indonesia yang jadi percontohan untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat,” kata Agus Mulyadi, usai meninjau langsung hari pertama Sekolah Rakyat di kompleks SMPN 18, Jalan Pronggol, Lemahwungkuk.
Pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi persiapan Sekolah Rakyat tersebut. Menurut Agus, ada beberapa yang sudah disiapkan Kementerian Sosial baik tenaga pendidikan dan juga sarana prasarana Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo.
“Mudah-mudahan sambil berangsur itu bisa kita monitor untuk bisa diselesaikan, karena tadi dari Kementerian Sosial juga sudah ada peralatan mandi, untuk seragam masih diproses,” katanya.
Saat ini Sekolah Rakyat di Kota Cirebon baru memiliki dua tingkatan yakni SD dan SMP dengan masing-masing mendapatkan dua rombel.



















