SUARA CIREBON – Anggota DPRD Kota Cirebon, Subagja mengaku kerap mendapat laporan dari para orang tua murid yang anaknya bersekolah di salah satu SMP Negeri Kota Cirebon, terkait adanya sejumlah biaya yang cukup memberatkan.
“Jumlahnya ada yang Rp2.255.000, ada yang bahkan sampai Rp3 juta untuk biaya seragam. Jadi ini sifatnya wajib,” kata Subagja, saat ditemui wartawan di kantor DPRD Kota Cirebon, Senin, 21 Juli 2025.
Para siswa nantinya akan mendapat satu stel seragam upacara, satu stel seragam kotak-kotak, satu stel seragam hari Jumat, satu stel baju olahraga, baju batik, baju adat, rompi, kartu OSIS hingga kartu perpustakaan.
“Pembeliannya wajib di koperasi sekolah. Totalnya ada 7 seragam yang harus dibeli. Sedangkan KBM hanya 6 hari,” ujar Bagja (sapaan akrabnya).
Biaya tersebut, menurut Bagja, belum termasuk iuran gedung, kegiatan ekstra kurikuler dan sumbangan untuk komite sekolah. Menurut Bagja, pihak sekolah berdalih, seluruh biaya yang ditetapkan telah melalui kesepakatan dengan pihak Komite Sekolah.
“Ironisnya, saat orang tua siswa keberatan, komite sekolah seolah tidak peduli,” katanya.
Bagja pun mengusulkan agar komite sekolah di seluruh sekolah Kota Cirebon dibubarkan, karena tidak ada keberpihakan pada orang tua murid.
“Komite sekolah itu kan harusnya bersikap dan berpihak kepada orang tua siswa. Jika memang di lembaga pendidikan itu tidak dibebankan biaya, kan harusnya itu yang dikedepankan,” tegasnya.
















