SUARA CIREBON – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala bersama kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat dan instansi terkait, meninjau langsung lokasi yang dituding satu akun media sosial sebagai penyebab banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Sumber dan beberapa kecamatan lain, beberapa waktu lalu.
Peninjauan yang dilakukan Sekda tersebut, merupakan merespons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, karena informasi penyebab banjir yang disebut akun media sosial itu viral dan dibagikan (share) kembali hingga menyebar ke beberapa grup WhatsApp.
Akun media sosial viral tersebut menuding alih fungsi lahan (hutan) menjadi perumahan City Land di dekat kompleks perkantoran Pemkab Cirebon, menjadi penyebab banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Sumber dan beberapa kecamatan lain.
“Itu kan jadi isu, gara-gara City Land yang gundul. Padahal setelah tadi dicek, air yang dari City Land tidak ke sana, tapi ke selatan, tidak mengarah ke (sungai) Cikuya, karena air turunnya ke sana. Tapi bagaimana pun, ini isu yang harus disikapi,” ujar Sekda Hendra, Jumat, 2 Januari 2026.
Hendra menjelaskan, Pemkab Cirebon berkolaborasi dengan PT ASP Land Development akan segera melakukan reboisasi di lokasi perumahan City Land. Penanaman pohon akan dilakukan di lahan-lahan kosong dan ruang terbuka hijau (RTH) milik City Land dan lahan milik Pemkab Cirebon.
“Kebetulan di lokasi yang sama ada tanah milik pemda seluas 3.000 meteran, itu yang akan jadi fokus penghijauan. Kita ingin City Land ini tidak menjadi kambing hitam dalam kejadian banjir. Jadi, nanti ada penyerapan air dari pohon-pohon yang nanti kita tanam,” terang Hendra.
Menurut Hendra, pohon yang akan ditanam adalah jenis pohon yang cepat besar dan bisa menyerap air seperti baujan dan pohon lainnya. Sementara di RTH City Land, bakal ditanam pohon ketapang yang bakal membuat rindang dan mampu menyerap air. Rencananya, penanaman bersama akan dilakukan pada 27 Januari 2026.
“Di samping itu ada tanaman lain untuk lahan-lahan sempit di RTH milik City Land seperti ketapang. Pokoknya kita buat rindang sehingga bisa menyerap air,” jelasnya.
















