SUARA CIREBON – Jemaah calon haji (calhaj) Kabupaten Cirebon dari daftar tunggu tahun 2014 dipastikan bakal berangkat tahun 2025 ini. Calhaj yang akan berangkat adalah jemaah yang telah mendaftar di rentang waktu Januari hingga Mei 2014.
Sementara, jemaah yang mendaftar pada Juni sampai September 2014 masuk ke dalam kategori cadangan.
Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon, Mualim, Selasa, 13 Januari 2026.
“Jadi, yang nanti berangkat dari pendaftar tahun 2014 itu untuk Januari sampai Mei. Untuk (pendaftar, red) dari Juni, Juli, Agustus, sampai September masuk cadangan,” ujar Mualim.
Untuk tahun berikutnya, antrean akan bergeser ke pendaftar di akhir 2014 hingga 2015. Estimasi jumlah calhaj yang mendaftar di akhir tahun tersebut mencapai sekitar 2.000 orang.
Mualim menjelaskan, kepadatan daftar tunggu di Kabupaten Cirebon dipastikan masih terjadi meski terjadi fluktuasi kuota nasional. Selain daftar tunggu reguler, faktor lansia juga memengaruhi dinamika keberangkatan.
Menurut Mualim, secara nasional kategori lansia ditetapkan berusia 65 tahun ke atas dan berhak mendapat prioritas dengan syarat telah mendaftar minimal lima tahun.
“Lansia itu secara nasional ditetapkan di umur 65 tahun dan berhak untuk diprioritaskan. Itu bisa maju asal dia sudah daftar 5 tahun, dan Kabupaten Cirebon lansia-nya cukup banyak,” jelasnya.
Mualim menambahkan, tahun sebelumnya terdapat jemaah berusia hingga 92 tahun. Proses prioritas dilakukan dengan sistem pengurutan usia tertua ke usia termuda.
“Keberangkatan sekarang prioritasnya umur 81 tahun ke bawah. Soalnya yang umur 81 tahun jumlahnya cukup banyak,” terangnya.
Mualim menyebut, penentuan keberangkatan jemaah tidak merujuk pembagian wilayah, melainkan murni berdasarkan daftar tunggu sesuai tahun pendaftaran.
“Untuk data keberangkatan, kita memakai daftar tunggu dan bukan pembagian dari kanwil,” katanya.
Sejauh ini, jumlah jemaah calon haji asal Kabupaten Cirebon terus bertambah. Tingginya minat terlihat dari jumlah penambahan yang mencapai sekitar 600 orang.
Kepadatan antrean calon jemaah haji di Kabupaten Cirebon kembali menjadi perhatian.
“Jawa Barat hilang 10 ribu orang. Tapi Kabupaten Cirebon tambah naik 600 orang. Ini karena Kabupaten Cirebon itu rapat pendaftarnya,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















