SUARA CIREBON – Layanan 112 Siaga Katon yang luncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah menangani puluhan kejadian darurat sepanjang tahun 2025 kemarin.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon mencatat, sedikitnya ada 42 kejadian darurat yang berhasil ditangani melalui layanan 112 Siaga Katon.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi terpadu lintas perangkat daerah di lingkup Pemkab Cirebon.
Menurut Bambang, hal ini sebagai bukti koordinasi terpadu antarlintas perangkat daerah yang semakin responsif dalam menangani situasi gawat darurat di lapangan.
Sebagai layanan unggulan Pemerintah Kabupaten Cirebon, 112 Siaga Katon berfungsi sebagai pusat koordinasi penerimaan laporan masyarakat sekaligus penghubung dengan instansi teknis sesuai jenis kejadian.
Layanan tersebut dirancang untuk memastikan penanganan darurat berlangsung cepat dan terarah.
“Layanan ini memastikan setiap laporan kegawatdaruratan dapat diteruskan dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Bambang, Kamis, 22 Januari 2026.
Bambang menjelaskan, setiap laporan yang masuk ke layanan 112 langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi terpadu dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Di mana, penanganan di lapangan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta perangkat daerah lainnya sesuai karakter kejadian.
Menurut Bambang, pola kerja lintas sektor ini memungkinkan respons yang lebih cepat sekaligus meminimalisir risiko bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, evakuasi hewan dan hama menjadi jenis laporan terbanyak dengan 17 kejadian.
“Penanganan mencakup evakuasi sarang tawon, ular berbisa, hingga hewan buas seperti biawak yang berpotensi membahayakan warga,” jelas Bambang.
Sementara, kejadian kebakaran yang tercatat sebanyak 10 kasus, meliputi kebakaran rumah, lahan, pasar, serta gangguan pada gardu dan KWH meter listrik.
Selain evakuasi dan kebakaran, layanan 112 Siaga Katon juga menangani 9 kejadian kebencanaan dan lingkungan, seperti banjir bandang, pembersihan pascabanjir, serta pohon tumbang.
“Peningkatan laporan kebencanaan ini terjadi pada musim hujan, khususnya pada November hingga Desember 2025,” paparnya.
Sedangkan kejadian teknis dan sosial lainnya, seperti kebocoran gas, kecelakaan lalu lintas, gangguan penerangan jalan umum (PJU), cincin macet, serta penanganan orang terlantar, tercatat sebanyak 6 kejadian.
Bambang memastikan, Pemkab Cirebon berkomitmen untuk memperkuat 112 Siaga Katon sebagai satu nomor kegawatdaruratan yang mudah diakses dan bebas pulsa. Layanan ini diharapkan menjadi solusi cepat dan terintegrasi bagi masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.
Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut secara bijak dan tidak ragu menghubungi 112 ketika terjadi kegawatdaruratan.
“Petugas akan segera mengoordinasikan penanganan dengan perangkat daerah terkait sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















