SUARA CIREBON – Suasana Pra-Musyawarah Rencana Pembangunan (Pra-Musrenbang) Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, mendadak emosional, saat sejumlah kuwu menumpahkan kekesalannya, Kamis, 22 Januari 2026.
Kekesalan disampaikan Kuwu Mundupesisir, Khaerun dan Kuwu Pamengkang, Kosasih, terkait kasus yang menimpa sejumlah warga kategori miskin yang ditolak pihak rumah sakit, karena status kepesertaan BPJS-nya tiba-tiba tidak aktif.
Kuwu Mundupesisir, Khaerun, menuturkan, situasi di tingkat akar rumput akibat penonaktifan massal kepesertaan BPJS Kesehatan per 1 Januari 2026 lalu, tergolong genting. Pasalnya, lanjut Khaerun, pemerintah desa menjadi sasaran kemarahan warga yang namanya dicoret dari daftar penerima manfaat BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Masyarakat tidak mau tahu, mereka mengertinya BPJS itu urusan kuwu. Padahal kami di desa tidak punya kewenangan menonaktifkan. Belum lama ini, warga saya mau operasi, pas dicek BPJS-nya mati. Keluarganya tidak terima, kami hampir ‘dipentungin’ (dipukul) warga,” ujar Khaerun dengan nada getir.
Persoalan utama yang disorot Khaerun adalah penentuan indeks “Desil” dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia menemukan fakta menyakitkan di lapangan: seorang warga Mundupesisir yang tinggal di rumah reot dan sangat memprihatinkan justru masuk dalam kategori Desil 6 hingga 10 (kategori mampu). Akibatnya, bantuan BPJS-nya diputus.
“Warga tersebut sakit, mau ke rumah sakit tidak bisa karena BPJS nonaktif. Akhirnya hanya sanggup beli obat warung Rp10.000. Saya bingung, siapa sebenarnya yang menentukan Desil ini? Kenapa yang benar-benar miskin malah dianggap mampu?” tanya Khaerun.
Khaerun mengeluhkan maraknya tuduhan korupsi yang dialamatkan kepada para kuwu di media sosial. Padahal menurutnya, para kuwu justru pihak yang paling depan menghadapi kesulitan warga, di saat sistem jaminan kesehatan sedang tidak baik-baik saja.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori, yang hadir dalam Pra-Musrenbang Mundu, mengakui adanya fenomena yang memprihatinkan ini.



















