SUARA CIREBON – Jalan penghubung Desa Bunder-Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan, diterjang banjir, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Derasnya arus air yang memotong badan jalan menyebabkan aktivitas di ruas jalan tersebut, nyaris lumpuh. Sejumlah pengendara roda dua terpaksa harus berhenti mematikan mesin, kemudian mendorong kendaraan untuk melintasi ruas jalan yang permukaannya tak lagi terlihat.
Tak sedikit pengendara sepeda motor yang nekat menerobos, malah berujung mogok di tengah jalan dan terjebak derasnya arus. Pengendara terpaksa menuntun kendaraan sambil menjaga keseimbangan agar tak terseret arus.
Sejumlah pengendara memilih putar balik karena mempertimbangkan risikonya jika nekat menerobos banjir. Pasalnya, ketinggian air di lokasi banjir mencapai betis orang dewasa.
Banjir itu membelah ruas jalan dari satu sisi ke sisi lain, menciptakan arus melintang yang menyulitkan kendaraan melintas. Air tersebut mengalir kencang dari area persawahan di sisi kanan dan kiri jalan.
Warga Desa Ujunggebang yang sehari-hari melintas di jalan itu, Ade (34), mengatakan, kondisi tersebut bukan hal baru bagi dirinya. Setiap hujan deras dengan durasi panjang, kondisi ruas jalan tersebut selalu menyulitkan pengendara.
“Kalau hujannya lama, pasti begini,” ujar Ade.
Ia menyampaikan, hujan deras yang terjadi sepanjang hari, menyebabkan air sawah meluap sementara saluran yang ada tak mampu menampung. Akibatnya, badan jalan menjadi jalur aliran air.
















